JAKARTA, KOMPAS.com - Warga sekitar Jembatan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menyebut bahwa para pelaku aksi pencurian "bajing loncat" dilakukan dengan cara berkelompok.
Hal itu didasari dengan adanya lebih dari satu orang saat aksi terjadi dan bahkan terbagi di beberapa titik.
Amar (bukan nama sebenarnya) warga sekitar mengungkapkan, barang hasil curian kerap dilempar ke bawah jembatan setelah diambil dari kendaraan yang terjebak kemacetan.
Baca juga: Warga Resah, Aksi Bajing Loncat Terus Berulang di Jembatan Akses Marunda Jakut
"Dibuang ke bawah, gitu. Jadi di bawah biasanya ada udah yang nerima, di bawah itu. Udah ada yang jaga," ungkap dia saat ditemui Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, hal tersebut juga membuat para sopir truk yang menjadi sasaran seringkali pasrah dan memilih untuk tidak mengejar pelaku.
"Iya udah komplotan itu. Jadi kalau sopir ngejar tuh takut, karena di bawah udah ada orangnya. Udah siap orang gitu," jelas dia.
Menurut Amar, aksi bajing loncat masih kerap terjadi di kawasan Jalan Akses Marunda, terutama saat arus kendaraan mengalami kemacetan.
Baca juga: Saat Mangrove Jadi Sumber Cuan Warga Marunda Jakut
"Ya ini udah berapa hari sering ada terus, gitu. Sekitar pukul 23.00 WIB sampai 24.00 WIB," kata dia.
Hal serupa disampaikan oleh Udin (40) salah seorang warga lainnya.
Menurut dia, beberapa pelaku memang sempat ditangkap, namun aksi serupa masih terus terjadi.
"Banyak anak-anaknya dan ada beberapa katanya yang udah ketangkap. Tapi namanya mereka berkelompok ya, komplotan," tutur dia kepada Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Dari Hutan Mangrove Marunda, Kiki Sulap Buah Api-api Jadi Puding dan Cake
Ia menilai, para pelaku aksi "bajing loncat" belum mendapatkan efek jera sehingga hal tersebut masih berulang.
"Jadi enggak ada efek jera buat mereka. Jadi terulang lagi, terulang lagi, terulang lagi," ujarnya.
Udin berharap pengawasan di kawasan Jalan Akses Marunda ditingkatkan mengingat lokasi tersebut juga rawan kecelakaan dan tindak kejahatan.
"Di sini selain kecelakaan, rawan juga bajilo-bajilo. Emang harus intensif lah dari kepolisian, enggak cuman Polsek Cilincing. Karena mungkin enggak sanggup menangani wilayah cukup luas gitu, yang memang cenderung rawan. Ya harus bener-bener dibantu sama Polres Jakarta Utara, gitu," tambah dia.
Baca juga: Monyet Liar Serang Bocah di Marunda Jakut, Asal Usulnya Masih Ditelusuri
Menanggapi keluhan warga sekitar, Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri memastikan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan di Jembatan Akses Marunda.
Ia mengungkapkan, langkah yang akan dilakukan adalah mendirikan tenda pengawasan yang berada tepat di bawah jembatan.
"Kami Polsek Cilincing bersama dengan RW yang ada di bawah Akses Marunda sudah sepakat untuk menolak aksi bajing loncat tersebut dengan cara mendirikan pos di bawah jembatan tersebut," ujar dia saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




