ESDM Blak-blakan soal Pemadaman Listrik Bergilir di Jabodetabek Akibat Stok Batu Bara Menipis

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah pemadaman listrik bergilir yang berlangsung di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akibat stok batu bara yang menipis.

“Tidak ada batu bara menipis,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Baca Juga :
Meski Ekspor via DSI, Bahlil Tegaskan Royalti Batu Bara Tetap Sesuai HBA
Produksi Batu Bara Bakal Ditambah, Bahlil: Harga Bagus, Produksi Harus Banyak

Anggia menyampaikan pemadaman bergilir di kawasan Jabodetabek disebabkan oleh gangguan teknis.

Terkait permasalahan tersebut, Anggia menyampaikan pemerintah sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar gangguan tersebut tidak berulang.

“Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman, itu juga tidak benar. Dipastikan tidak benar,” ucap Anggia.

Ia juga menegaskan di tengah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara yang masih terus berproses, tidak terdapat permasalahan dengan stok batu bara.

“Apalagi Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap, ya,” kata dia.

Pernyataan tersebut terkait dengan pemadaman listrik yang dialami oleh masyarakat di sebagian kawasan Jabodetabek. Pemadaman listrik telah berlangsung dalam sepekan dengan durasi yang beragam.

Di luar kawasan Jabodetabek, juga terdapat keluhan masyarakat yang mengalami mati listrik di Cianjur, Jawa Barat; Semarang, Jawa Tengah; Madura, Jawa Timur; serta sejumlah wilayah lainnya.

Terkait dengan pemadaman bergilir tersebut, muncul kabar bahwa pemadaman listrik disebabkan oleh krisis pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Untuk pasokan batu bara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan memberlakukan relaksasi kuota produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas tersebut akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. (Ant)

Baca Juga :
Bahlil Blak-blakan Alasan Bea Keluar Batu Bara Belum Diputuskan, Ini Penyebabnya
Tegaskan Skema Bagi Hasil Minerba Tidak Akan Berubah, Bahlil: Untuk Selamanya!
ESDM: Mulai Semester II-2026 Semua SPBU Wajib Campur BBM dengan Bioetanol

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini: Truk Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Sejumlah Ruas Padat
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Emil Salim Dianugerahi Lifetime Achievement Kalpataru, Titip Pesan Jaga Laut
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison Usai OTT ASN BPK
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Merawat Gunung Prau, Menghidupkan Ekonomi Warga Patakbanteng
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Di Tengah Beton Jakarta, Padi Menghijau di Atap Kelurahan Jakbar
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.