KOMPAS.TV - Amerika Serikat meluncurkan serangan udara putaran kedua terhadap Iran setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran akan membayar atas negosiasi yang terhenti.
Serangan baru di beberapa kota terjadi ketika upaya untuk menegosiasikan akhir perang dihentikan oleh Iran. Teheran bersikeras akan mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz yang telah mengganggu pasokan energi global dan membuat harga minyak naik.
Angkatan Laut AS meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dari USS Michael Murphy ke sejumlah target di Iran pada Rabu waktu setempat.
Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Rabu waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan ke Iran setelah helikopter tempur AS ditembak jatuh oleh militer Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa Teheran akan membayar atas negosiasi yang dihentikan.
Ancaman kepada Iran disampaikan Trump di Gedung Putih dan melalui media sosialnya beberapa jam setelah Bahrain, Kuwait, dan Yordania diserang Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan eskalasi militer Amerika Serikat tidak akan memaksa Iran untuk menyerah. Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali meningkatnya ketegangan setelah serangan AS ke beberapa lokasi di Iran.
Berbicara dalam acara peringatan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran, Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan tunduk pada tekanan militer Amerika Serikat.
Pezeshkian bahkan mengambil contoh Gaza yang menurutnya hingga kini belum dapat ditaklukkan Israel.
Baca Juga: Stok BBM Kosong di Sejumlah SPBU Jakarta Timur, BBM Mulai Langka? | KOMPAS PETANG
#as #iran #trump #perang
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- as
- perang
- iran
- trump
- timur tengah
- as serang iran





