Wakil Gubernur Gorontalo Menemukan Tingginya Sisa Makanan dalam Sidak Program MBG di Bone Bolango

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menemukan tingginya sisa makanan serta sejumlah ketidaksesuaian standar pengelolaan pangan saat melakukan inspeksi mendadak di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone Bolango yang melayani sekitar 2.000 porsi makanan setiap hari.

Idah menyatakan temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG sekaligus mengurangi pemborosan pangan.

Ia mengungkapkan, “Salah satu temuan terbesar kami adalah masih banyak makanan yang terbuang. Sayur bahkan bisa mencapai 23 kilogram dalam sehari. Ada juga nasi yang tersisa dalam jumlah cukup banyak. Ini harus menjadi bahan evaluasi agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak tanpa mengurangi nilai gizinya.”

Inspeksi dimulai sejak pukul 05.00 WITA dengan menyasar SPPG Ulanta di Kecamatan Suwawa, kemudian dilanjutkan ke SPPG Tilong Kabila dan SPPG Bongoime.

Evaluasi Menu dan Tingkat Konsumsi

Menurut Idah, tingginya sisa makanan menunjukkan perlunya evaluasi terhadap variasi menu, kualitas bahan baku, cita rasa, serta metode penyajian agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penerima manfaat.

Ia meminta pengelola dapur secara rutin memantau tingkat konsumsi setiap jenis menu yang disajikan untuk mengetahui makanan yang kurang diminati.

Idah mengatakan, “Kalau ada menu yang ternyata banyak tersisa, harus segera dievaluasi. Jangan terus diulang tanpa perbaikan. Bisa jadi rasanya kurang sesuai, penyajiannya kurang menarik, atau ada faktor lain yang perlu dibenahi.”

Ia juga meminta penyusunan menu yang lebih bervariasi untuk mengurangi kejenuhan penerima manfaat dan meningkatkan tingkat konsumsi makanan.

Temuan Standar Keamanan Pangan dan Tata Kelola Dapur

Selain persoalan sisa makanan, tim menemukan sejumlah catatan terkait standar keamanan pangan dan tata kelola dapur di beberapa SPPG.

Salah satu temuan adalah penggunaan bawang merah dan bawang putih yang telah dikupas dari pasar, padahal berdasarkan hasil evaluasi proses persiapan bahan tersebut seharusnya dilakukan di dapur untuk menjaga kualitas dan higienitas.

Pada menu telur, tim mendapati prosedur penanganan yang belum sepenuhnya sesuai standar karena telur tidak dicuci sebelum digunakan dan proses pencuciannya juga dinilai belum memenuhi ketentuan yang semestinya.

Tim turut menemukan penempatan galon air di gudang basah yang tidak sesuai dengan peruntukannya serta pengelolaan sampel makanan yang belum memenuhi ketentuan karena beberapa SPPG belum menyimpan sampel selama 2 x 24 jam sebagaimana prosedur pengawasan keamanan pangan.

Idah meminta seluruh pengelola SPPG segera menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut dengan memperbaiki tata kelola dapur dan penerapan standar keamanan pangan.

Ia menegaskan, “Tujuan utama program ini adalah meningkatkan gizi anak. Karena itu kualitas makanan, keamanan pangan, dan tingkat keterterimaan menu harus menjadi perhatian bersama.”

Menurut Idah, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari tingkat konsumsi makanan, keamanan pangan, dan efektivitas pengelolaan dapur yang terus ditingkatkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian Haji Bakal Akreditasi Seluruh Travel Umrah Usai Kasus Hanania, Perlindungan Jemaah Diperketat
• 11 jam laludisway.id
thumb
Timnas Iran Main di Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Nilai FIFA Patut Dipuji
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Akhir Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: 4 Prajurit TNI Dipenjara, 2 Anggota Dipecat!
• 11 jam laludisway.id
thumb
Trump Ambil Langkah yang Ditakuti Dunia: Bom Jatuh di Iran, Ancaman Balasan Menggema!
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Sempat Hilang, Petani di Kudus Ditemukan Tewas Terbakar di Lahan Tebu
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.