Data Center AI Maruk Listrik, Indonesia Masih Kekurangan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Tampak udara Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Margakarya yang terletak di Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat. Proyek yang merupakan hasil kolaborasi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) dan PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) ini dibangun untuk melayani suplai listrik ke data center Microsoft di kawasan tersebut. (Dok. PT PLN Persero)

Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi AI yang berkembang pesat membutuhkan energi yang besar. Mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan butuh listrik 10 ribu kwh/jam per kapita.

Baru beberapa negara yang bisa memenuhi itu, yakni Amerika Serikat (AS), China, Singapura, Brunei Darussalam. Sementara Indonesia hanya 1.300 kWH per kapita.

"Saya percaya bahwa suatu negara mampu memanfaatkan AI, negara tersebut memerlukan listrik dengan daya 10 ribu kwh per kapita," kata Gita dalam XLSMART Bravo 500 Summit, di Jakarta, Kamis (11/6/2026).


Gita menjelaskan energi sangat dibutuhkan karena model AI membutuhkan 10 hingga 15 kali energi dari penggunaan mesin pencarian biasa.

"Karena saat Anda menggunakan Gemini, DeepSeek, ChatGPT atau apapun menggunakan energi 10-15 kali lebih banyak dari penelusuran Google," jelasnya.

Pilihan Redaksi
  • Ramai-Ramai Tinggalkan Google Beralih ke Penggantinya, Ada Apa?
  • Harga HP Melonjak Gila-gilaan, Pedagang ITC Teriak Jualan Susah

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudianta juga mengatakan hal serupa. Dia mengutip ucapan CEO Nvidia Jensen Huang soal 5 layer AI, salah satunya adalah mengenai energi.

Rudiantara mengatakan kapasitas listrik di kota Beijing jauh lebih besar dari seluruh Indonesia. Kapasitas yang dimiliki hanya bisa untuk data center kecil saja.

"Saat ini kita punya kapasitas, namun itu hanya pusat data berskala kecil," jelasnya.

Rudiantara juga menyinggung soal membangun data center di tengah permintaan chip yang lebih tinggi dari pasokan. TSMC diketahui memegang sebagian besar pasokan mencapai 90%, dan dia menyarankan untuk memiliki akses ke sana.

"Saran saya kalau ingin membangun data center dengan GPU, kita harus punya akses ke Taiwan. Baik langsung maupun tidak," kata Rudiantara.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Gerebek 2 Tempat Judi Berkedok Permainan Arcade, 60 Orang Diamankan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ruben Onsu Tak Bisa Bertemu Kedua Putrinya, Komnas Anak Angkat Suara: Enggak Boleh!
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Polres Bogor Kerahkan K-9, Cari Anjing Pemburu yang Lepas di Jasinga
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Rokan Hulu Gelar Simulasi Pemadaman Karhutla
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inilah 5 Tuntutan yang Akan Disampaikan di Demo Bundaran HI Besok
• 6 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.