Pengunjung Masih Kesulitan, Ragunan Diminta Segera Terapkan QRIS

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pembayaran tiket di Taman Margasatwa Ragunan dinilai masih belum sepenuhnya mengikuti perkembangan transaksi digital, sehingga menyulitkan sebagian pengunjung yang datang berwisata.

Pengelola kebun binatang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu diminta segera memperluas opsi pembayaran, terutama dengan menghadirkan QRIS, kartu debit lintas bank, hingga dompet digital agar lebih memudahkan masyarakat.

“Masyarakat sudah terbiasa memakai QRIS, kartu debit, dompet digital, hingga tiket online. Karena itu, tak ada alasan batasi pilihan pembayaran yang justru menyulitkan pengunjung,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: DPRD DKI Akan Panggil Pengelola Ragunan soal Sistem Pembayaran Tiket

Kenneth mengemukakakan, digitalisasi transaksi tentu merupakan langkah yang baik dan harus didukung.

Namun implementasinya jangan sampai justru menyulitkan masyarakat yang ingin menikmati fasilitas publik.

Menurut Kenneth, keterbatasan metode pembayaran tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi menghambat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.

“Saya akan meminta penjelasan dari pengelola maupun dinas terkait mengenai sistem pembayaran yang berlaku saat ini, termasuk mekanisme pengelolaan dan pencatatan seluruh penerimaan yang masuk,” kata dia.

Baca juga: Dari Trotoar Jalanan, Tukang Duplikat Kunci di Ragunan Raup Rp 9 Juta per Bulan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, pelayanan publik seharusnya semakin memudahkan masyarakat, bukan sebaliknya.

“Pelayanan publik harus memudahkan, bukan mempersulit. Jangan sampai niat baik digitalisasi justru menghasilkan sistem yang membingungkan masyarakat,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teknologi CBCT Bantu Dokter Lakukan Diagnosis Gigi Lebih Akurat
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Festival 1 Muharram di Lombok Timur Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lewat UMKM
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejar Target Jadi Ibu Kota 2028, Otorita IKN Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejar HUT Jakarta ke-499, Pembangunan Turap Kali Cideng Atas Dikebut
• 16 jam laludetik.com
thumb
Jabar terapkan lelang komoditas di WIITEX 2026 lindungi harga petani
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.