Bejat! Pelatih Senior Perbakin Surabaya Cabuli Atlet Menembak Berkali-Kali

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Bejat! Pelatih Senior Perbakin Surabaya Cabuli Atlet Menembak Berkali-KaliNasional | inews | Kamis, 11 Juni 2026 - 20:41Dengarkan Berita

SURABAYA, iNews.id – Seorang atlet menembak berinisial DP (15) menjadi korban pencabulan pelatih senior berinisial JL di lingkungan Perbakin Surabaya, Jawa Timur. Akibat kejadian itu, korban kini mengalami trauma.

Di[eroleh informasi, aksi bejat JL terhadap DP sudah terjadi sebanyak enam kali. Modus terduga pelaku JL yakni, memberikan hukuman atau sanksi latihan kepada korban. 

Saat itu, JL nekat mengajak korban ke sebuah hotel dengan dalih hukuman karena hasil latihan korban dianggap tidak memenuhi standar nilai pelaku. Di dalam kamar hotel tersebut, pelaku melucuti pakaian korban dan memaksanya untuk berhubungan seksual. 

Petaka yang menimpa atlet remaja ini bermula sejak awal tahun 2026. Momen tersebut seiring dengan naiknya DP ke divisi latihan lanjutan setelah dinyatakan lulus dari klub menembak kelas pemula. 

Baca Juga:Hasil Bali United vs Borneo FC di Super League: Serdadu Tridatu Kena Comeback 2-3!

Di divisi baru inilah korban DP dipertemukan dengan pelaku JL yang bertindak sebagai pelatih senior. Bukannya membimbing, JL justru memanfaatkan otoritasnya untuk melecehkan korban. Selama sesi pelatihan, pelaku kerap menyentuh hingga menowel bagian tubuh sensitif korban sebelum akhirnya berujung pada insiden pemaksaan di hotel. 

Korban sempat melakukan perlawanan sengit hingga akhirnya berhasil melarikan diri dari cengkeraman pelaku. Korban yang ketakutan langsung melaporkan trauma yang dialaminya kepada pihak keluarga.

Ayah korban, Jefri Prawitama Fauzi, menegaskan pihak keluarga menolak keras upaya damai atau rislah yang sempat diajukan oleh pihak terduga pelaku. Keluarga meminta ketegasan penuh dari aparat kepolisian karena dampak psikologis yang menimpa buah hatinya sangat fatal. 

"Imbas dari kejadian biadab ini membuat psikologi anak saya trauma berat. Sekarang dia sudah tidak bersedia lagi untuk datang latihan menembak," ungkap Jefri, Kamis (11/6/2026).

Senada dengan pihak keluarga, tim kuasa hukum korban, Rahardian Bino Wardanu, memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan terlepas dari sanksi internal yang sudah dijatuhkan oleh organisasi.

Baca Juga:Besok Jalani Sidang Putusan, Ibam Didukung Nadiem Makarim

Kasus ini pun langsung mengguncang internal organisasi menembak tersebut. Menyikapi tindakan kriminal yang dilakukan anggotanya, pengurus Perbakin Surabaya bergerak cepat dengan menjatuhkan sanksi pemecatan secara tidak hormat kepada JL dari jajaran kepengurusan.

Kasus dugaan pencabulan tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti serta menggali keterangan dari para saksi guna menyeret pelaku ke meja hijau.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Waktu untuk Diri Sendiri
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mewujudkan Asa Swasembada Pangan dengan Kemudahan Akses Modal
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Kembali Panggil Awkarin soal Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Tepergok Beraksi, Maling Motor di Indramayu Diamuk Massa hingga Lompat ke Sungai
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Momen Dahlan Iskan Sambut Kepala Daerah di DNN Top Regional Leader Awards 2026
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.