ECB Kerek Suku Bunga Jadi 2,25 Persen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan suku bunga untuk menahan tekanan inflasi yang meningkat akibat lonjakan harga energi di tengah konflik Iran

ECB Kerek Suku Bunga Jadi 2,25 Persen (Foto: dok AP)

IDXChannel - Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), resmi mengerek suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,25 persen dari sebelumnya 2 persen. 

Kenaikan suku bunga untuk menahan tekanan inflasi yang meningkat akibat lonjakan harga energi di tengah konflik Iran yang masih berlangsung.

"Keputusan ini dinilai kuat dalam berbagai skenario yang memetakan bagaimana guncangan tersebut dapat berkembang dan memengaruhi prospek ekonomi jangka menengah," tulis ECB dilansir Investing, Kamis (11/6/2026).

ECB menyebut, keputusan menaikkan suku bunga telah mempertimbangkan berbagai skenario terkait perkembangan konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi di 21 negara anggota zona euro.

Seiring meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter global juga berubah signifikan. 

Pada awal 2026, banyak bank sentral diperkirakan memangkas suku bunga, kini pelaku pasar justru mulai memperkirakan arah kebijakan yang lebih ketat.

Adapun keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan menandai kenaikan suku bunga pertama ECB dalam hampir tiga tahun terakhir. 

Bank sentral kawasan euro menilai, gejolak harga energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi dan mengubah prospek ekonomi dalam jangka menengah.

Lonjakan harga energi dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global, termasuk penutupan berkepanjangan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di selatan Iran yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Tekanan tersebut mulai tercermin pada inflasi kawasan euro yang kini berada di atas 3 persen, melampaui target ECB sebesar 2 persen.

Analis ING Group menilai, ECB berupaya menunjukkan respons yang lebih cepat dalam menghadapi ancaman inflasi agar tidak mengulangi keterlambatan kebijakan seperti yang terjadi saat gelombang inflasi pada 2021 dan 2022.

"Secara resmi, kenaikan suku bunga ini merupakan langkah antisipatif untuk tetap berada di depan kurva inflasi. Namun secara tidak resmi, ECB tampaknya juga masih dibayangi pengalaman masa lalu saat menghadapi lonjakan harga," tulis analis ING dalam risetnya.

Bersamaan dengan keputusan tersebut, ECB juga merevisi naik proyeksi inflasi kawasan euro. Inflasi diperkirakan mencapai rata-rata 3 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2,6 persen.

Untuk 2027, inflasi diperkirakan berada di level 2,3 persen, naik dari estimasi sebelumnya 2 persen. Sementara pada 2028, inflasi diproyeksikan sebesar 2 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya 2,1 persen.

Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi kawasan euro justru mengalami penurunan. ECB memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 0,8 persen pada tahun ini dari sebelumnya 0,9 persen.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nova Arianto Setelah Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026: Kehilangan Fokus, Kita Kemasukan dan Dihukum Lawan
• 9 menit lalubola.com
thumb
Get The Look: Inspirasi Outfit Manis dan Elegan ala Rania Yamin
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Saham BCA Lagi Murah, Dasco: Sepanjang Lewat Mekanisme Pasar Beli Aja
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Anwar Sanjaya Diperiksa soal Kasus Hanania Travel, Akui Promosi dengan Sistem Barter
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Kurs Rupiah Melemah dan Harga Energi Tinggi, Harga Paket Data Seluler Bakal Naik?
• 9 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.