Bisnis.com, SURABAYA — Emiten pengembang real estat, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON), mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp13 per saham atau setara dengan total Rp626 miliar.
Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PWON, Minarto Basuki, menyampaikan total nilai dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 26,7% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,35 triliun.
"Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,11 triliun. Dari jumlah tersebut, laba bruto tercatat Rp3,94 triliun, EBITDA Rp3,71 triliun, dan laba bersih disesuaikan mencapai Rp2,92 triliun," ujarnya di Surabaya, Kamis (11/6/2026).
Dia mengungkapkan, kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income), khususnya dari segmen pusat perbelanjaan. Pendapatan ritel meningkat 14% menjadi Rp3,93 triliun dibandingkan Rp3,43 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, kata dia, pendapatan perhotelan naik 2% menjadi Rp1,42 triliun. Adapun pendapatan sewa perkantoran turun 26% menjadi Rp273 miar. Di sisi lain, pendapatan dari segmen pengembangan properti (development revenue) relatif stabil di level Rp1,49 triliun dibandingkan Rp1,48 triliun pada 2024.
"Untuk mendukung ekspansi bisnis, PWON merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,21 triliun sepanjang 2025. Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan proyek Superblok Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya Tahap III, dan Pakuwon Mall Surabaya Tahap V," jelasnya.
Baca Juga
- PWON Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah ke Harga Jual Rumah, Bakal Naik?
- Hadapi Pelemahan Rupiah: PWON Fokus Efisiensi, MTLA Kaji Ulang Ekspansi
- Komitmen Hijau Pakuwon Jati (PWON) Diganjar EDGE Champion dari IFC World Bank
Pada kesempatan yang sama, General Manager Finance PWON, Fenny mengatakan melanjutkan tren positif tahun lalu, PWON mencatatkan performa keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun ini. Perseroan mengantongi laba bersih operasional sebesar Rp511 miliar pada triwulan I/2026, tumbuh signifikan sebesar 29% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Dia menegaskan, lonjakan laba bersih ini utamanya ditopang oleh efisiensi biaya operasional (disiplin biaya), keberhasilan aksi korporasi tender offer obligasi dolar AS pada tahun lalu, serta hasil investasi dalam denominasi dolar AS.
"Pada periode tiga bulan pertama 2026 tersebut, total pendapatan bersih PWON mencapai Rp1,65 triliun atau tumbuh 6% YoY dibandingkan kuartal I/2025 yang sebesar Rp1,56 triliun. Laba kotor meningkat 10% menjadi Rp941 miliar, sedangkan EBITDA tumbuh 10% dari Rp834 miliar menjadi Rp916 miliar," ungkapnya.
Berdasarkan segmennya, kata dia, lini pendapatan sewa pusat perbelanjaan (ritel mal) berkontribusi sebesar 62%, perhotelan dan serviced apartment 21%, serta sewa perkantoran (office leasing) 4%. Sisanya ditopang oleh development revenue yang mencakup penjualan kondominium 8% dan rumah tapak (landed house) sebesar 5%.
Ditinjau dari performa proyek dan geografis, dia melanjutkan, Surabaya masih menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi perseroan lewat proyek Tunjungan City (17%) dan Pakuwon Mall. Disusul kemudian oleh wilayah Jakarta melalui Kota Kasablanka dan Gandaria City.
"Dua proyek baru yakni Pakuwon City Mall setelah ekspansi dan Pakuwon Mall Bekasi, mencatatkan kontribusi sekitar 10%. Sementara itu, proyek independen di wilayah Jawa Tengah, khususnya Solo dan Yogyakarta, merangkak naik ke level 8%," katanya.
Secara akumulatif geografis, dia menyebut basis pendapatan terbesar PWON berasal dari Surabaya dengan porsi 49%, diikuti Jakarta 32%, Bekasi 10%, Jawa Tengah 8%, dan Bali 1%.
"Guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis, PWON terus aktif mengeksekusi pembangunan sejumlah proyek berjalan. Sepanjang kuartal I/2026, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp164 miliar. Dana belanja modal pada awal tahun ini dialokasikan utamanya untuk membiayai proyek konstruksi hilir, salah satunya pengembangan proyek vertikal komersial Superblok Pakuwon Mall Fase 5 di Surabaya," tuturnya.(K24)





