Kemenag Dampingi Eks Napiter Kembali ke Masyarakat, Targetkan Hidup Normal Tanpa Stigma

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk membantu mantan narapidana terorisme (napiter) kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat. 

Melalui program pendampingan khusus, Kemenag ingin menghapus stigma negatif yang selama ini kerap membayangi para eks napiter setelah menyelesaikan masa hukuman dan membuka jalan bagi mereka untuk kembali diterima sebagai bagian dari komunitas sosial.

BACA JUGA:Kylian Mbappe Ungkap Fakta di Balik Rivalitas Messi dan Cristiano Ronaldo

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat reintegrasi sosial sekaligus membangun ketahanan masyarakat terhadap paham ekstremisme. 

Bagi Kemenag, proses pemulihan tidak berhenti ketika seseorang keluar dari lembaga pemasyarakatan. 

Tantangan yang lebih besar justru sering muncul ketika mantan napiter harus kembali berinteraksi dengan lingkungan yang masih menyimpan rasa curiga dan ketidakpercayaan.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan program yang secara khusus ditujukan untuk membantu para eks napiter membangun kembali kehidupan mereka setelah bebas dari penjara.

BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Kemenag Gelar 16 Program dari Lebaran Yatim hingga Nikah Massal

Menurutnya, para mantan narapidana kasus terorisme perlu mendapatkan ruang untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat tanpa terus-menerus dibayangi masa lalu. Karena itu, Kemenag ingin menghadirkan pendekatan yang lebih humanis melalui pendampingan berkelanjutan.

"Jadi eks napiter yang terkait dengan kasus terorisme akan kami jadikan sebagai salah satu ajang penting untuk mengajak mereka supaya bisa hidup normal kembali, membaur dengan seluruh komunitas masyarakat," kata Abu Rokhmad dalam acara Bimas Talks di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Program yang disiapkan tersebut diberi nama Religious Counselor in Prison Rehabilitation and Community Reintegration (Re-Connect). 

Melalui program ini, para penyuluh agama akan dilibatkan dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mantan napiter, baik saat masih berada di dalam lembaga pemasyarakatan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

BACA JUGA:Link Streaming Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Gratis Lengkap Jam Tayang, Nonton di Mana?

Kehadiran program Re-Connect dinilai penting karena banyak mantan napiter menghadapi hambatan sosial yang tidak ringan setelah menyelesaikan hukuman. 

Selain kesulitan mencari pekerjaan, mereka juga sering berhadapan dengan stigma dan penolakan dari lingkungan sekitar.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayi 3 Tahun Kaki-Tangan-Mulut Dilakban di Rumah Kontrakan Bantul, Pelakunya Orang Tua Kandung
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terbongkarnya Jaringan Peredaran Sabu Aceh-Jabodetabek, Oknum TNI Terancam Dipecat
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Pemuda Sumba Disekap dan Diperas Rp100 Juta, Berawal dari Jebakan Loker Palsu di Bali hingga Alami Penyiksaan
• 15 jam lalugrid.id
thumb
TASPEN-KPI Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik bagi ASN dan Peserta Pensiun
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Erick Thohir Ajak Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.