Kronologi Pemuda Sumba Disekap dan Diperas Rp100 Juta, Berawal dari Jebakan Loker Palsu di Bali hingga Alami Penyiksaan

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang pemuda asal Sumba disekap hingga diperas Rp100 juta usai terjebak lowongan kerja palsu di Bali. Tak hanya diperas, pemuda itu juga disiksa hingga dikeroyok oleh para pelaku.

Adapun korban adalah Yubilate Kristian Bulu (23), seorang pemuda asal Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria bergelar Sarjana Pariwisata (S.Par) ini mengaku mengalami penyiksaan selama enam hari, tepatnya pada 4–9 Mei 2026.

Insiden itu terjadi di kawasan Seminyak dan Kedonganan, Badung, Bali. Korban menyebut insiden penyekapan, pengeroyokan dan pemerasan itu bermula saat ia mendapat lowongan kerja melalui aplikasi kencan.

Lantas bagaimana kronologi pemuda Sumba disekap dan diperas Rp100 juta? Simak penjelasannya.

Berawal dari Loker di Aplikasi Kencan

Menurut pengakuan Yubilate Kristian Bulu, awal mula insiden itu terjadi saat dirinya melihat lowongan kerja di bidang pariwisata yang tertera di aplikasi kencan Tinder. Tergiur dengan loker itu, Kristian langsung mengirim lamaran.

Tak butuh waktu lama, ia langsung diminta datang untuk sesi wawancara ke Hotel Liberta Seminyak pada (04/05/2026), saat itu, ia diantarkan oleh sepupunya menggunakan sepeda motor.

Saat tiba di lobi hotel, pria yang akrab disapa Krisno itu ditemui dua orang perempuan yang diduga pimpinan sindikat, mereka bernama Adrisryanti Tanah Paluang alias Kenso (disebut sebagai bos perusahaan) dan Ayasha Amanda Amira Putri alias Amanda.

Krisno menyebut ada satu pelamar lain yang ikut bernama Yohanes. Namun ia curiga Yohanes hanyalah bagian dari komplotan penipu untuk mengelabuhi dirinya.

"Saya dinyatakan diterima, sedangkan Yohanes tidak diterima. Belakangan saya mengetahui bahwa Yohanes merupakan bagian dari kelompok tersebut. Mereka hanya berpura-pura untuk mengelabui saya," ungkap Krisno dilansir Kompas.com.

 Setelah diterima, Krisno ditawari posisi sebagai asisten pribadi dengan iming-iming proyek pariwisata bernilai ratusan juta rupiah bersama warga negara asing. Krisno mengaku terjebak lantaran aksi Kenso dinilai sangat meyakinkan. Pelaku disebut fasih berbahasa Inggris dan tampak religius.

"Saat wawancara, dia fasih berbahasa Inggris dan meyakinkan saya bahwa kami sama-sama orang Kristen yang harus percaya kepada Tuhan. Dia mengatakan bahwa orang baik pasti diberi jalan oleh Tuhan. Karena berulang kali menyebut nama Tuhan, saya percaya. Dalam hati saya, orang ini bukan penipu," tutur Krisno.

Korban Diperas Hingga Dituduh Lakukan Pelecehan

 

Di momen ini lah permasalahan terjadi, Krisno mengaku disekap tak lama setelah wawancara selesai. Ponselnya juga disita hingga dirinya dituduh mencuri uang Kenso sebesar Rp2 juta serta merusak mobil BMW.

Yang paling mengejutkan, Krisno tiba-tiba dituduh melakukan pelecehan seksual. Berbagai tuduhan palsu itu dipakai pelaku untuk memeras keluarga korban.

Pada (05/05/2026), pelaku memaksa Krisno meminta uang Rp 4 juta kepada ibunya dengan alasan biaya jahit seragam hotel. Bahkan, pelaku juga nekat menggunakan ponsel Krisno, pelaku membalas pesan WhatsApp sang ibu seolah-olah kondisi Krisno baik-baik saja.

Korban Dianiaya hingga Dipaksa Menjilat Ludah Sendiri

Berdasarkan kronologi pemuda Sumba disekap dan diperas Rp100 juta, korban dipindahkan dari Hotel Liberta Seminyak ke Hotel Liberta Kedonganan menggunakan mobil rental pada 8–9 Mei 2026. Di bawah pengawalan dua orang bodyguard, Krisno dipukuli di sepanjang jalan selama satu jam.

Saat tiba di kamar hotel baru, Krisno juga dikeroyok oleh lima orang pelaku (Kenso, Amanda, Yohanes, dan dua bodyguard). Wajah, kepala, perut, kaki, hingga area sensitif korban dihantam berulang kali hingga dahi kirinya robek dan harus menerima tiga jahitan.

Mirisnya, darah korban yang berceceran di lantai dipaksa untuk dijilat kembali sampai bersih. Setelah itu, pelaku menelepon ibu korban dan meminta uang tebusan Rp100 juta dengan ancaman akan memotong jari Krisno dan melakukan pembunuhan jika tidak dituruti.

 "Saya pasrah. Jika memang harus pergi dengan cara seperti ini, saya hanya meminta agar jenazah saya dikembalikan ke Sumba Barat Daya," ucap Krisno yang saat itu sempat pasrah kehilangan nyawa.

Korban Berhasil Kabur

Pada malam (09/05/2026), para pelaku menggelar pesta minuman keras di dalam kamar hotel. Awalnya Krisno dipaksa meminum belasan botol miras oleh para bodyguard.

Namun, di tengah kondisi para pelaku yang akhirnya tumbang dan tertidur lelap akibat mabuk, Krisno justru tetap sadar sepenuhnya. Krisno nekat melarikan diri meski harus merelakan barang berharganya seperti iPhone 15, ponsel Android, laptop, paspor, dan koper yang ditahan pelaku.

"Saya melarikan diri hanya mengenakan celana panjang tanpa baju. Darah masih mengalir dari wajah saya. Saya melewati meja front office. Saat itu ada seorang petugas yang melihat saya, tetapi tidak bereaksi," kenangnya.

Krisno terus berlari keluar hotel, meminjam ponsel di warung Madura terdekat untuk menelepon ibunya, lalu berlindung di rumah kos warga NTT sebelum akhirnya dijemput keluarga untuk melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kuta.

Melansir Tribunnews.com, Unit Reskrim Polsek Kuta kini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga mengumpulkan alat bukti untuk melacak keberadaan para terduga pelaku.

"Tindakan kepolisian yang dilaksanakan yaitu mengecek TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan pemeriksaan terhadap TKP. Saat ini Polsek Kuta tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut" tutur Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya.

Demikianlah kronologi pemuda Sumba disekap dan diperas Rp100 juta usai dijebak loker palsu di aplikasi kencan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyebab Tiang Listrik Nyetrum di Taman Kramat Pulo Senen dan Lukai Bocah
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Bidik Jadi Hub AI ASEAN, Roadmap Infrastruktur Digital Sedang Disusun
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ribut dengan Ratu Sofya, Suami Irish Bella Meradang Ancam Bakal Tuntut Balik
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tito Ajukan Tambahan Anggaran Rp 6,27 T: Perkuat Dukcapil- Beri Reward ke Daerah
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Buka Suara Soal Isu Fitroh Rohcahyanto Masuk Pusaran Kasus Korupsi BGN
• 11 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.