Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan terbaru ke Iran hingga membuat 3 orang terluka. Otoritas Iran menyebut serangan AS ini membuat gencatan senjata yang tengah berlangsung menjadi 'tidak berarti'.
"Tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan berbahaya ini terletak pada Amerika Serikat dan pihak mana pun yang berpartisipasi, memfasilitasi, atau membantu tindakan tersebut," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X dilansir CNN, Kamis (11/6/2026).
Militer Iran juga telah melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan AS di Timur Tengah.
Hal yang sama juga diutarakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia meragukan status gencatan senjata yang rapuh tersebut.
Ia mengatakan kepada kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam sebuah panggilan telepon hari ini bahwa Teheran memandang serangan Washington baru-baru ini sebagai "pelanggaran nyata" terhadap hukum internasional, yang telah "membuat gencatan senjata tidak efektif," menurut Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA).
(isa/rfs)





