JAKARTA - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerukan penangkapan dan penyanderaan "perempuan dan pemuda" dari Lebanon. Usulan yang merupakan pelanggaran hukum internasional tersebut, disebut Ben-Gvir, merupakan upaya untuk menekan Hizbullah.
Ben-Gvir menyampaikan usulan tersebut selama rapat kabinet keamanan pada Selasa (9/6/2026), menurut media Israel, ketika para menteri membahas perluasan kampanye militer Israel di Lebanon meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) diumumkan pada April.
“Mari kita mulai berpikir di luar kotak tentang Hizbullah,” kata Ben-Gvir, menurut Jerusalem Post.
“Menaklukkan wilayah dan membunuh banyak teroris, tetapi juga menahan perempuan dan pemuda mereka dan membawa mereka ke penjara teroris. Itulah yang paling menyakitkan mereka.”
Komentar tersebut dipandang sebagai seruan eksplisit untuk hukuman kolektif terhadap warga sipil Lebanon dan anggota keluarga pejuang Hizbullah. Berdasarkan hukum humaniter internasional, warga sipil tidak boleh ditahan atau ditargetkan untuk menekan kelompok bersenjata.
Ben-Gvir, seorang ekstremis yang dihukum dan berulang kali menyerukan tindakan yang lebih keras terhadap warga Palestina dan Lebanon, telah memainkan peran sentral dalam sistem penjara Israel sejak bergabung dengan pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia adalah pengikut gerakan Kach yang dilarang dan selama bertahun-tahun memajang potret Baruch Goldstein, pemukim Israel yang menembak mati 29 jemaah Palestina di Hebron pada tahun 1994.
Seasing serangan terbaru Israel terhadap Lebanon dimulai pada Maret, pasukan Israel dilaporkan telah menculik beberapa warga sipil Lebanon. Jumlah pastinya masih belum jelas. Mereka termasuk di antara 1.316 orang yang saat ini ditahan oleh Israel berdasarkan undang-undang "kombatan ilegal", menurut angka yang diterbitkan oleh kelompok hak asasi manusia Israel, HaMoked.




