China Bisa Matikan Mobil dari Jarak Jauh, Ancaman Senyap Teknologi Beijing Dibongkar Inggris

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kekhawatiran terhadap teknologi buatan China tidak lagi sebatas soal pengumpulan data. Seorang mantan diplomat Inggris kini memperingatkan bahwa dominasi komponen komunikasi produksi China berpotensi memberi kemampuan untuk memantau hingga melumpuhkan kendaraan secara massal.

Peneliti Senior Council on Geostrategy Charles Parton memberikan kesaksian dalam sidang Komite Bisnis dan Perdagangan Parlemen Inggris. Menurutnya , salah satu ancaman terbesar saat ini adalah semakin luasnya penggunaan modul seluler buatan China dalam berbagai perangkat modern.

Baca Juga: Persulit Tim hingga Ofisial, Ini Respons Amerika Soal Aturan Kontroversial di Piala Dunia 2026

Modul seluler merupakan perangkat yang memungkinkan kendaraan dan alat elektronik terhubung ke jaringan komunikasi untuk mengirim maupun menerima data secara real time.

Parton mengatakan teknologi tersebut kini digunakan hampir di semua sektor kehidupan, mulai dari mobil, pesawat terbang, bel pintu pintar, hingga perangkat rumah tangga lainnya.

Ia menilai China sedang berupaya menguasai pasar global modul seluler dan telah mencapai kemajuan signifikan dalam strategi tersebut.

"Pihak Tiongkok bertujuan untuk mendapatkan monopoli dalam pembuatan modul seluler, dan mereka sudah cukup berhasil dalam hal itu," ujarnya, dikutip Jumat (11/6).

Menurut Parton, dominasi teknologi tersebut dapat menciptakan risiko keamanan yang jauh lebih besar daripada sekadar pencurian data. Ia bahkan menyebut kendaraan modern yang bergantung pada konektivitas digital berpotensi menjadi titik lemah apabila teknologi komunikasi di dalamnya dikuasai pihak asing.

"Jika pihak Tiongkok ingin mematikan semua kendaraan Anda, karena semuanya memiliki modul seluler, itu tidak akan sulit," katanya.

Peringatan itu muncul setelah muncul klaim bahwa perangkat yang mampu mengirim data ke China ditemukan di salah satu mobil dinas yang digunakan Perdana Menteri Inggris pada 2022. Perangkat tersebut disebut tersembunyi di dalam komponen kendaraan yang diimpor dari China dan baru ditemukan saat inspeksi keamanan dilakukan.

Meski belum ada bukti publik yang menunjukkan adanya upaya sabotase, temuan tersebut memperkuat kekhawatiran sejumlah kalangan di Inggris mengenai ketergantungan terhadap teknologi komunikasi asal China.

Pemerintah Inggris sejauh ini tidak memberikan komentar terkait tuduhan tersebut dengan alasan keamanan nasional.

Sementara itu, China kembali membantah seluruh tudingan yang mengaitkan perusahaan maupun teknologi asal negaranya dengan aktivitas spionase.

Baca Juga: 'Mereka Merasa Sedang Menang,' Iran Berubah Drastis hingga Bikin Retak Hubungan Amerika dan Israel

Beijing menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah rumor yang tidak berdasar dan merupakan bentuk politisasi terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Optimis Bisnis Digital Tumbuh Positif
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
11 Warga Taiwan Pergi ke Tiongkok untuk Transplantasi Organ, 8 Orang  Meninggal Dunia; 2 Orang Meninggal Dunia Tepat Setelah Operasi
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
Pemerintah Kaji Kurangi Anggaran MBG, Termasuk Insentif SPPG
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kuis: Tebak Profesi dari Karakter Film dan Series Populer
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Siswa SMA di Surabaya Tewas Dikeroyok Perkara Sandal Crocs Rp1,Juta, Sang Kakak Sebut Adiknya Dijebak
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.