HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemain Meksiko Julian Andrés Quiñones Quiñones menjadi pencetak gol pertama Piala Dunia 2026. Itu dilakukannya pada laga pembuka antara Timnas Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Ternyata dia adalah pemain naturalisasi yang dikenal tajam di kotak penalti. Malah mengungguli Cristiano Ronaldo di Liga Arab Saudi.
Lahir di Magüí Payán, Kolombia, pada 24 Maret 1997, Quiñones kini berstatus warga negara Meksiko setelah menjalani proses naturalisasi. Pemain berusia 29 tahun ini memiliki tinggi badan 1,77 meter dan berposisi sebagai penyerang tengah, meskipun fleksibilitasnya memungkinkan bermain di sayap kanan atau kiri.
Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan penyelesaian akhir menjadi senjata utama Quiñones. Karakter bermain agresif membuatnya cocok sebagai ujung tombak dalam berbagai skema permainan. Karier profesionalnya mulai menanjak saat bergabung dengan Tigres UANL pada 2015 setelah hijrah dari Kolombia. Ia sempat dipinjamkan ke Venados dan Lobos BUAP, di mana kontribusinya membantu klub meraih promosi ke kasta tertinggi sepak bola Meksiko.
Quiñones kemudian berkembang menjadi salah satu penyerang berbahaya di Liga MX, mencapai puncak kariernya kala membela Atlas FC. Bersama klub tersebut, ia menjadi sosok sentral dalam keberhasilan meraih dua gelar Liga MX secara beruntun, mengakhiri penantian panjang gelar juara liga.
Setelah masa keemasan bersama Atlas, Quiñones bergabung dengan Club América, salah satu klub terbesar di Meksiko. Adaptasinya sangat cepat dan ia kembali meraih gelar Liga MX, menambah daya gedor tim yang memiliki ambisi besar di setiap kompetisi.
Pada 2024, Quiñones memulai petualangan baru dengan bergabung ke Al-Qadsiah FC di Liga Pro Saudi. Keputusan tersebut terbukti tepat karena pada musim 2025/2026, ia menjadi top skor dengan 33 gol dari 31 pertandingan, mengungguli Ivan Toney (32 gol) dan Cristiano Ronaldo (28 gol).
Produktivitas luar biasa ini membuat nilai pasar Quiñones terus meningkat, kini diperkirakan mencapai sekitar Rp243,34 miliar. “Menjadi top skor di liga yang kompetitif seperti Saudi Pro League adalah pencapaian besar yang membuktikan kualitas saya,” bebernya.
Meski berdarah Kolombia, Quiñones memilih memperkuat Timnas Meksiko karena merasa memiliki hubungan kuat dengan negara yang membesarkan karier profesionalnya. Proses naturalisasi membuka jalan baginya mengenakan seragam El Tri dan menjadi opsi utama di lini depan timnas.
Gol pertamanya di Piala Dunia 2026 menjadi bukti kontribusi nyata yang diberikan kepada negara barunya. “Memilih Meksiko adalah keputusan terbesar dalam hidup saya dan saya bangga bisa memberikan yang terbaik untuk negara ini,” kata Quiñones saat ditemui di Stadion Azteca usai pertandingan.





