Gemerlap cahaya menyinari gelapnya kawasan Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/6/2026) malam. Cahaya itu berasal dari deretan bangunan beraneka bentuk dan warna. Berbagai macam iklan mulai dari makanan, minuman, hingga otomotif bersinar menghiasi bagian depan bangunan itu. Ini bukanlah Time Square, melainkan Jakarta Fair.
Barisan bangunan semi permanen dengan rupa-rupa warna, bentuk, dan bermandikan cahaya ini memang menjadi ciri khas Jakarta Fair dari tahun ke tahun. Berbagai jenama menghias stan mereka semenarik mungkin untuk memikat pengunjung yang melihatnya. Stan unik itu dibarengi dengan gimik yang kadang membuat decak tawa para pengunjung.
Gimik yang paling disukai yakni barang-barang yang super besar. Makanan ringan atau minuman saset yang biasanya berukuran normal, di Jakarta Fair berubah bentuk menjadi super besar dan dapat dibawa pulang. Jangan heran bila bertemu warga yang menggendong snack berukuran tas punggung.
Agung (31) adalah salah satu pengunjung yang tidak lupa membeli makanan ringan berukuran besar untuk dibawa pulang. Agung bersama enam temannya rela pulang pergi dari Bandung ke Jakarta hanya untuk mengunjungi Jakarta Fair. Ia dan teman-temannya memulai petualangannya di Jakarta Fair sejak pukul 16.00 WIB.
“Ini tahun kedua kita. Kita kesini pasti setiap pembukaan. Selain karena ramai, barang yang dijual juga masih pada kumplit,” ucap Agung.
Menggendong makanan ringan berukuran super besar.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Mie berukuran super besar.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Paling besar di antara kerumunan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Agung memutuskan pulang pergi menggunakan kereta cepat dari Jakarta menuju Bandung karena memiliki urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Walakin harus pulang pergi dalam satu hari, ia merasa bahagia bisa merasakan kemeriahan Jakarta Fair yang kian ramai dari tahun ke tahun.
Pada tahun ini peserta yang meramaikan Jakarta Fair mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 2.800 peserta dan 1.800 stan dengan komposisi 55 persen sektor swasta dan 45 persen sektor UMKM, memamerkan produk-produk andalannya yang tersebar di area Jakarta Fair 2026.
Ditengah ketidakpastian kondisi pereknomian saat ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam pembukaannya berharap nilai transaksi masyarakat di Jakarta Fair 2026 yang berlangsung dari 11 Juni sampai 12 Juli itu mencapai Rp 8 triliun. Pada tahun ini diharapkan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 6 juta orang. Proyeksi itu meningkat dari total transaksi Jakarta Fair pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,3 triliun.
Banyak pengunjung yang datang ke Jakarta Fair tidak hanya sekali, Sarah (28) salah satunya. Perempuan asal Depok ini setiap tahun selalu mengunjungi Jakarta Fair bersama rekan maupun keluarganya. Sedikitnya Sarah dapat mengunjungi Jakarta Fair sebanyak dua kali dalam sekali waktu penyelenggaraan.
“Di sini ya nyari jajanan aja, nyari yang biasanya nggak ada di toko-toko biasa tapi di sini ada, kaya snack-snack besar itu,” ujarnya.
Jakarta Fair yang merupakan rangkaian dari HUT Jakarta ini bukan hanya hajat bagi warga Jakarta saja. Jakarta Fair telah menjadi acara ikonik tahunan yang kerap dikunjungi warga dari luar Jakarta. Acara ini menjadi ruang bertemunya warga dari berbagai kalangan. Sesaat para pengunjung melupakan berbagai masalah yang terjadi dan hanyut menikmati kemeriahan Jakarta Fair yang bermandikan gemerlap cahaya.





