Di NTT, Gus Salam Disebut Mampu Mengamalkan Ajaran Sesepuh NU

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - KUPANG - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur yang juga kandidat calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur akhir pekan lalu.

Gus Salam -panggilan Abdussalam Shohib, di sana, bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU di NTT. Dia pun salut dengan perjuangan para pengurus NU di NTT.

BACA JUGA: Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

"Menjadi pengurus NU di NTT bukan sekadar pilihan, tetapi panggilan suci dari nurani terdalam bagi mereka yang ditempa oleh alam. Untuk mencapai pusat pemerintahan provinsi saja, Kupang, harus ditempuh dalam waktu lama. Itu pun, tidak setiap saat ada transportasi, harus antre," ujar Gus Salam.

Dalam paparan silaturahmi di Kupang itu, Gus Salam bicara salah satunya soal posisi pesantren untuk membendung paparan dan pengaruh ideologis tak sehat.

BACA JUGA: Muktamar ke-35 NU Dijadwalkan 1-5 Agustus 2026, Lokasi Segera Ditentukan

Saat dialog, selain membahas pesantren, juga muncul pembicaraan seputar kondisi faktual, masalah, dan harapan bagi masa depan NU, baik di daerah maupun di PBNU.

Para pengurus NU di NTT menyampaikan bahwa menjawab persoalan, tantangan, dan peluang NU butuh kebersamaan dan kesatuan.

BACA JUGA: Diminta Jadi Ketum PBNU, Gus Salam pun Minta Izin kepada Menteri Agama

"PBNU seharusnya turut menjaga dan memelihara NU itu sendiri. Merangkul dan memiliki kepedulian terhadap pengurus NU yang di luar Jawa, terkhusus di NTT. Dan, berharap NU di di NTT bisa memiliki pondok pesantren, sama seperti di Jawa,” kata Ketua PCNU Kab. Alor Kiai Latif Daka.

"Saya berharap, Ketua Umum PBNU ke depan bisa mengembalikan muruah NU, dan merangkul PCNU di luar Jawa, khususnya dalam mengembangkan program di bidang pendidikan,” ujar Kiai Zainal Muttaqin, dari PCNU Malaka.

Sementara itu, PCNU Manggarai Timur dan PCNU Kota Kupang menyoroti Gus Salam yang disebut memiliki aura para sesepuh. Gus Salam dianggap mampu mengamalkan arahan dan ajaran sesepuh NU.

"Gus Salam tidak menyudutkan siapa pun dan tidak ada black campaign. Saya apresiasi dorongan program pondok pesantren di NTT, dan syukur-syukur ada program pesantren gratis,” kata Ustaz Ajiz Anwar dari PCNU Kota Kupang.

Gus Salam pun meminta kepada seluruh pengurus, fungsionaris, kader dan warga NU di NTT untuk tetap menjaga harmoni di tengah masyarakat, menjadi pelopor toleransi. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zulhas Bongkar Penyimpangan MBG, Belanja Bahan Baku Tak Serap Pertumbuhan Ekonomi Desa
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Festival 1 Muharram di Lombok Timur Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lewat UMKM
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menteri PU Dody Hanggodo Menyatakan Regulasi Aspal Buton Rampung untuk Percepat Penggunaan dalam Proyek Jalan
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Dasco: Yang Saat Ini Simpan Dolar AS, Sebaiknya Dilepas
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Kebut Perbaikan Pengelolaan MBG, Target 1 Bulan
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.