Grid.ID - Kasus pesta gay di Karawang mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat. Ya, Dedi Mulyadi siapkan solusi untuk mengatasi kelakuan yang dianggap menyimpang di masyarakat itu.
Dedi lantas meminta pemerintahan di Kabupaten Karawang untuk mengambil langkah konkret.
“Dari sisi aspek wilayah, Bupati sudah menyampaikan katanya tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal Bupati dan seluruh jajaran melakukan tindakan yang lebih nyata,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Kamis (11/6/2026).
Pemprov Jabar juga didesak pria yang akrab disapa KDM itu untuk penanganan berdasarkan kelompok sasaran.
Termasuk apabila yang terlibat masih berstatus pelajar maupun masyarakat umum.
“Kalau itu adalah siswa, maka kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat, ya mungkin juga saya harus memperbaiki,” tutur Dedi Mulyadi.
Nantinya Pemprov juga akan mencari pendekatan penanganan sosial melalui lembaga yang dinilai dapat melakukan penanganan terhadap perilaku menyimpang.
“Nanti kami cari di lembaga siapa yang bisa menyembuhkan kaum gay,” imbuhnya.
Lebih lanjut, sang Gubernur Jawa Barat itu juga mengusulkan opsi.
Yakni mulai dari pendekatan penanganan melalui pelibatan fasilitas pembinaan yang lebih ketat, hingga termasuk barak militer.
“Ya mudah-mudahan barak militer bisa menyelesaikan gay," ucap Dedi.
Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi siapkan solusi atas tindakan yang menyimpang itu, kronologi pesta gay di Karawang mendadak jadi sorotan. Pihak kepolisian bahkan berhasil menciduk lima tersangka.
Dari lima terduga pelaku berinisial DA (23), SA (23), R (21), AH (20), dan IH (20) pergi ke Theatere Night Mart Karawang dan melakukan tindak pidana kesusilaan. Mereka berpelukan dan berciuman sesama jenis di tengah keramaian tempat hiburan tersebut.
Aksi itu kemudian direkam oleh S dan diunggah melalui ke status WhatsApp miliknya.
Tak lama berselang, saksi lain berinisial ILR mempublikasikan ulang (repost) video tersebut hingga akhirnya menyebar luas dan viral di media sosial.
"Di sanalah kemudian mereka mengonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan para terduga pelaku dalam kondisi mabuk," jelas AKP Herwita dikutip Grid.ID dari TRIBUNNEWSDEPOK.COM. (*)
Artikel Asli




