KETIKA harga minyak dunia melonjak, nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS, dan situasi global memburuk, umumnya masyarakat tidak melihat angka-angka statistik.
Mereka melihat harga beras di pasar, harga bensin di SPBU, biaya transportasi, cicilan rumah, dan harga kebutuhan sehari-hari.
Pada saat seperti itu, yang sedang diuji bukan sekadar kekuatan ekonomi negara, melainkan juga tata kelola pemerintahan.
Dalam sejarah, dalam situasi krisis, banyak pemerintahan tidak jatuh karena krisis itu sendiri, melainkan karena gagal mengelola persepsi dan kepercayaan publik terhadap krisis tersebut.
Rakyat pada umumnya dapat menerima kenyataan pahit jika mereka merasa diperlakukan sebagai warga negara yang dewasa.
Namun, masyarakat sering menjadi marah ketika merasa ditinggalkan atau tidak memperoleh penjelasan yang masuk akal mengenai apa yang sedang terjadi.
Dalam situasi seperti ini, ada tiga langkah penting yang menentukan apakah pemerintahan mampu bertahan atau justru tenggelam dalam badai krisis. Ketiga langkah ini tampak sederhana, tetapi pelaksanaannya tidak mudah.
Langkah pertama adalah menjelaskan keadaan secara jujur. Kejujuran merupakan modal politik yang sering diremehkan.
Baca juga: Gerakan Sosial di Jalanan sebagai Peringatan Dini
Banyak pemimpin tergoda untuk menyembunyikan masalah karena khawatir akan menimbulkan kepanikan. Mereka memilih menutupi kenyataan, mempercantik data, atau memberikan janji-janji yang tidak realistis.
Dalam jangka pendek, cara ini mungkin terlihat aman. Namun, dalam jangka panjang, kebohongan hampir selalu lebih berbahaya daripada kenyataan pahit.
Masyarakat sesungguhnya lebih kuat daripada yang sering dibayangkan para politisi. Mereka mampu menerima kabar buruk selama penjelasan yang diberikan masuk akal dan disampaikan secara terbuka.
Ketika harga minyak dunia naik akibat konflik internasional, misalnya, rakyat tidak menuntut pemerintah untuk menghentikan perang di negara lain.
Yang mereka harapkan adalah penjelasan jujur mengenai dampaknya terhadap ekonomi nasional serta langkah-langkah yang sedang dilakukan pemerintah untuk mengurangi akibat buruknya.
Kejujuran pemerintah memiliki efek psikologis yang sangat besar. Ia mengurangi ruang bagi rumor, hoaks, dan spekulasi.
Dalam situasi yang tidak pasti, informasi yang jelas sering kali lebih menenangkan daripada janji yang indah, tetapi tidak dapat dipercaya.





