SPPG di Depok hingga Banten Setop Operasional Imbas Dana MBG Belum Cair

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpantau menghentikan sementara operasionalnya akibat tersendatnya pencairan dana dari Badan Gizi Nasional.

Informasi mengenai penyetopan sementara SPPG mulai mencuat sejak Senin (8/6). Insiden tersebut terjadi terhadap 62 SPPG di Kabupaten Tangerang, Banten. Kejadian serupa juga terjadi pada 28 SPPG di Kota Serang.

Selain itu,  terhentinya operasional dapur MBG juga terjadi Depok, Jawa Barat. Salah satunya dialami oleh SPPG Mekarsari 002 yang terletak di Kecamatan Cimanggis. SPPG Mekarsari 02 melalui akun media sosial TikTok @sppg.cimanggis02 telah mengumumkan vakum sementara mulai tanggal 11 Juni sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kepala SPPG Mekarsari 02, Vicky Radamuri menjelaskan, SPPG yang dipimpinnya mulai beroperasi sejak 20 April 2026. Pada awal operasional, dapur sempat menerima dana awal sebesar Rp390 juta, dengan penambahan saldo atau top up menjadi Rp500 juta dalam dua pekan pertama.

Dana tersebut terus digunakan untuk menjalankan distribusi makanan kepada 2.733 penerima manfaat lima hari dalam sepekan, terdiri dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, pesantren hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Vicky, mekanisme pencairan biasanya dilakukan setiap Jumat dengan skema pengisian kembali saldo operasional. Namun, saldo tersebut kini tak kunjung cair. Dalam kondisi normal, SPPG Mekarsari 02 membutuhkan anggaran sekitar Rp25 juta per hari untuk membeli bahan baku dan menjalankan operasional dapur.

Saat ini, menurut dia, sisa dana yang dimiliki dapur kini hanya sebesar Rp 35 juta, tidak memadai untuk mempertahankan layanan secara penuh dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, pengelola memutuskan menghentikan sementara kegiatan operasional sambil menunggu pencairan dana lanjutan dari BGN.

“Pekan ini kami hanya beroperasi tiga hari. Kamis kami mulai berhenti, dan berharap hari Jumat sore bisa kembali menerima top up agar hari Senin depan sudah bisa beroperasi,” kata Vicky saat ditemui di SPPG Mekarsari 002 pada Kamis (11/6).

Sebelum menghentikan operasional, Vicky telah menyampaikan laporan khusus kepada koordinator kecamatan (Korcam) dan koordinator wilayah yang berada di bawah koordinasi BGN. Laporan tersebut menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan akibat keterbatasan dana operasional.

SPPG Mekarsari 02 memiliki 50 personel, terdiri dari 47 relawan dapur serta tenaga pendukung seperti akuntan, ahli gizi, dan kepala SPPG. Vicky mengatakan, pihaknya sebenarnya tetap ingin mempertahankan layanan karena para relawan masih bersedia bekerja meski honor belum dibayarkan. Namun, keterbatasan kas membuat operasional tidak dapat diteruskan.

“Relawan minta tetap bekerja, mereka bilang gajinya jangan dipikir dulu. Tapi saat ini dapur tidak bisa beli bahan baku. Kalau soal tenaga, saya akui relawan patut diberi jempol,” ujar Vicky.

Pria kelahiran Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 26 tahun lalu itu memperlihatkan situasi dapur SPPG Mekarsari 02 yang tampak kosong tanpa aktivitas. Meski demikian, sejumlah relawan dapur masih terlihat bersiaga di lokasi. Mayoritas relawan merupakan remaja warga sekitar yang sehari-hari bertugas menyiapkan bahan pangan, memasak, hingga mengemas makanan untuk para penerima manfaat.

Saat berkeliling di area dapur, sejumlah orang mengendarai sepeda motor tiba di SPPG Mekarsari 02. Salah satunya ialah Oktavian, Kepala SPPG Harjamukti 5. Berbeda dengan kondisi SPPG Mekarsari 02 yang telah menghentikan sementara operasionalnya, Oktavian mengatakan kas operasional di dapurnya masih cukup untuk mempertahankan layanan hingga Jumat pekan ini.

“Kami sudah beli bahan baku untuk hari Jumat. Untuk penyaluran Senin pekan depan masih menunggu dana pusat,” ujarnya. Vian juga merupakan perantau dari Kabupaten Sumba Timur.

Kendala pencairan dana juga sebelumnya terjadi pada 28 SPPG di Kota Serang, Banten. Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, mengatakan penyetopan operasi SPPG hanya berlangsung satu hari pada Senin, 8 Juni lalu. Kota Serang saat ini tercatat telah dibangun 103 SPPG.

“Untuk 28 dapur tersebut per hari Selasa (9/10) sudah beroperasional kembali karena pada hari Senin sudah ada pencairan dana. Kendalanya hanya di pencairan waktu itu dan sekarang sudah kembali normal,” kata Nuni lewat pesan singkat WhatsApp pada Kamis (11/6). 

BGN Kabupaten Tangerang juga melaporkan ada 62 SPPG berhenti beroperasi sementara waktu. Koordinator BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, menjelaskan mayoritas penyetopan SPPG dilakukan karena pihaknya belum pencairan anggaran.

Ia mengatakan, penghentian operasional dapur SPPG di sejumlah wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang sudah berlangsung dalam satu pekan ini. "Sudah terjadi sejak minggu ini, kebanyakan SPPG yang berhenti karena belum turun anggaran. Tapi untuk SPPG yang baru akan running," kata Priyo, sebagaimana diberitakan oleh Antara pada Rabu (10/6).

Priyo menjelaskan, terdapat 295 SPPG di Kabupaten Tangerang dengan jumlah cakupan 750.220 penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya telah melakukan pencairan dana untuk sekitar 5.000 SPPG pada malam hari. Namun, ia menduga dana tersebut belum seluruhnya masuk ke rekening masing-masing dapur sehingga masih ada SPPG yang belum menerima pencairan.

“Mungkin belum sampai saja duitnya. Pencairan itu seminggu sekali setiap Jumat,” kata Nanik lewat pesan singkat WhatsApp, Kamis (11/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Batam Catat 54 Penindakan Sepanjang Mei 2026, Rokok Ilegal hingga Narkotika
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Ryan Reynolds Jadi Korban Tabrak Lari Pengemudi Mabuk, Dirawat 4 Minggu di Rumah Sakit
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Badan Cuaca AS Sebut El Nino Telah Tiba
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Dibuka Naik 1,25% ke 5.959, Saham DSSA, TPIA hingga BBCA Melaju
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Menakar Bansos Bentuk Tunai
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.