Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) angkat bicara mengenai wacana pembelian kembali atau buyback saham emiten BUMN yang sempat mencuat dalam pertemuan bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (9/6/2026).
Menanggapi wacana tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa setiap aksi korporasi akan melalui kajian yang matang dan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan regulator yang berlaku.
“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” kata Hery dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) itu menegaskan, saat ini fokus utama BRI tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Adapun, fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat. Hery, mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan (year on year/YoY). Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40% YoY.
Menurutnya, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif.
Baca Juga
- IHSG Ditutup Melemah ke 5.886, Saham BREN, BBRI, dan BMRI Jadi Penekan
- BRI (BBRI) Nilai Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Jaga Stabilitas Makroekonomi
- BRI (BBRI) Pastikan Fundamental Perbankan Tetap Kuat usai BI Rate Naik ke 5,5%
Bagi BRI, Hery menekankan bahwa penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Dalam catatan Bisnis, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaksanakan pertemuan dengan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, dan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Salah satu yang dibahas yakni kemungkinan pembelian kembali atau buyback saham BUMN.
Hal itu diungkapkan Dasco usai menghadiri pertemuan dengan perwakilan Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
“Kami tadi juga berdiskusi mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, saat ini fundamental ekonomi Indonesia dari sisi perbankan sangat kuat. Meski demikian, dia terus mendorong pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, berdiskusi guna mengatasi permasalahan ekonomi saat ini.
“...sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, terus saling berdiskusi untuk sekali lagi kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama,” tutur Prasetyo.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





