BPK dukung penguatan tata kelola Bulog akuntabel kawal swasembada

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendukung penguatan peran Perum Bulog dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

"BPK mendukung penuh berbagai program pemerintah yang dijalankan Bulog dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan," kata Pimpinan VII BPK RI Slamet Edy Purnomo dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Slamet menekankan hal itu saat melakukan peninjauan kegiatan panen raya serta kesiapan infrastruktur Bulog di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/6), yang didampingi Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Slamet menyampaikan kunjungan itu menjadi wujud dukungan BPK RI terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan didukung tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

"Kami menyampaikan apresiasinya atas capaian Bulog yang berhasil menjalankan peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Menurut Slamet, keberhasilan Bulog dalam meningkatkan serapan gabah dan beras petani menjadi salah satu indikator penting keberhasilan program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Selain capaian pengadaan yang sangat baik, kami juga melihat adanya komitmen kuat dalam membangun tata kelola yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab," ucap Slamet.

Menurutnya hal itu menjadi fondasi penting agar program pangan nasional dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi petani dan masyarakat.

Ia menambahkan BPK akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pemeriksaan secara konstruktif guna memastikan pengelolaan keuangan negara di sektor pangan berjalan sesuai prinsip good governance serta mendukung keberhasilan program strategis nasional.

Adapun kegiatan itu diawali dengan panen raya bersama petani di Desa Mekarjaya, Kabupaten Karawang, salah satu sentra produksi padi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan VII BPK RI dan Direktur Bulog berdialog langsung dengan Forkopimda Karawang dan petani guna melihat perkembangan produksi padi nasional serta pelaksanaan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang dilakukan Bulog.

Sementara itu, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan dukungan dan pengawalan dari BPK RI menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan pangan nasional.

Rizal menyampaikan Bulog terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan profesional.

"Kami percaya swasembada pangan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab,” ujar Rizal.

Usai panen raya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gudang Bulog Purwasari II untuk meninjau sistem penyimpanan dan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pimpinan VII BPK RI melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pergudangan Bulog dalam menjaga kualitas, kuantitas, dan keamanan stok pangan nasional.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog. Pada kesempatan tersebut, rombongan meninjau proses pengolahan gabah menjadi beras, penerapan standar mutu, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan penguatan rantai pasok pangan nasional.

"Melalui kunjungan ini, BPK RI dan Bulog menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga negara dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan," tegas Rizal.

Selain memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, tambah Rizal, penguatan tata kelola yang akuntabel juga menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik serta menjamin keberlangsungan program pangan nasional dalam jangka panjang.

Baca juga: Mentan: Pembangunan 100 gudang Bulog usia simpan beras hingga 2 tahun

Baca juga: Bulog siapkan kapasitas gudang 7 juta ton optimalkan penyerapan gabah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Keluhkan Mobil Pindad Bocor saat Hujan!
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Bandara Lombok gelar “pojok budaya” dukung pelestari budaya daerah
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Red Velvet Dipastikan Comeback dengan Formasi Lengkap Melalui Album Baru pada Agustus 2026
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Alarm Krisis dari Sumut: Solar Langka, Listrik Padam, Air Bersih Pampat
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Kondisi Terkini Bocah yang Sempat Koma Akibat Kesetrum di Tiang Listrik usai Dibully
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.