Bapanas dan pelaku usaha perunggasan menargetkan harga live bird mencapai Rp19.500 per kilogram berat hidup di seluruh wilayah Pulau Jawa pada 15 Juni 2026.
IDXChannel - Kondisi harga ayam broiler di tingkat peternak sempat tertekan akibat kelebihan pasokan (over supply). Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun mendorong pemulihan harga ayam hidup (live bird) untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan bahwa pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia) sebagai upaya untuk mewajarkan harga peternak ayam.
"Pemerintah akan mengawal komitmen PINSAR Indonesia. Kondisi ini memang kita lihat ada over supply tapi semoga harga pembelian peternak bisa membaik mendekati HAP," kata Maino dalam keterangan resminya pada Jumat (12/6/2026).
Dalam kesepakatan tersebut, harga pembelian live bird mulai 10 Juni ditetapkan sebesar Rp15.500 per kilogram berat hidup di Jawa Tengah dan Rp16.000 per kilogram di Jawa Barat serta Jawa Timur.
Selanjutnya, mulai 12 Juni harga dinaikkan menjadi Rp17.000 per kilogram di Jawa Tengah dan Rp17.500 per kilogram di Jawa Barat serta Jawa Timur.
PINSAR Indonesia dan para pelaku usaha perunggasan juga menargetkan harga live bird dapat mencapai Rp19.500 per kilogram berat hidup di seluruh wilayah Pulau Jawa pada 15 Juni 2026. Menurut mereka, pemulihan harga hanya dapat dicapai melalui kekompakan, disiplin, dan komitmen seluruh pelaku usaha perunggasan.
Selain mendorong kenaikan harga, kesepakatan juga menekankan pentingnya optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen strategis untuk menyerap produksi ayam dan telur dari peternak rakyat secara langsung. Maino berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat meningkatkan porsi pembelian daging dan telur ayam lokal melalui program MBG.
"Dari BGN diharapkan ada kebijakan mungkin 3 hari seminggu dengan harga beli yang baik. Kami dari Bapanas intinya kepada BGN meminta dukungannya agar menyerap daging dan telur ayam hasil kerja keras peternak lokal kita. Tentu pemerintah akan terus upayakan," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan BGN untuk meningkatkan konsumsi ayam dan telur dalam program MBG.
"Kita sudah sepakati agar MBG (Makan Bergizi Gratis) konsumsi ayam dan telur ditingkatkan dalam 1 minggu. Bila perlu, itu bisa 3 atau 5 kali per minggu. Kami sudah bicara langsung ke Kepala BGN dan beliau langsung menindaklanjuti," ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)





