Grid.ID – Tengah berselisih dengan Ruben Onsu, pola asuh Sarwendah kini jadi sorotan. Pasalnya, beredar viral video anak Sarwendah pijit Giorgio Antonio saat live. Bahkan ia sempat menginjak-injak bagian punggung kekasihnya ibunya itu.
Alhasil, aksi anak Sarwendah ini menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Ketua Umum Komnas Anak Agustinus Sirait menyayangkan kejadian ini dan memberikan nasihat soal batasan interaksi anak dengan orang dewasa.
Teguran Komnas Anak ini disambut gembira oleh psikolog Dr. Lita Gading yang rupanya juga menyoroti video anak Sarwendah pijit Giorgio Antonio. Seperti diungkapnya dalam postingan Instagram @lita.gading pada Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, orang tua harus memahami batasan interaksi anak dengan orang dewasa, bahkan dengan ayah kandungnya sendiri. Terlebih lagi dalam kasus Sarwendah, Giorgio belum resmi menjadi orang tua sambung.
“Memang kita itu harus membatasi dong. Anak kandung aja terhadap bapak kandung saja harus dibatasi,” kata Lita Gading.
“Diberikan edukasi yang baik bagaimana cara kita berperilaku dan sebagainya. Apalagi ini kepada orang lain,” tuturnya.
Psikolog yang aktif di media sosial ini lantas membandingkan kejadian ini kasus yang sebelumnya sempat viral.
Kasus tersebut yaitu kiai cium anak kecil yang viral pada November 2025 dan berujung dilaporkan ke pihak berwajib setelah video tersebut menyebar di media sosial. “Kemarin kan ada kiai dalam tanda kutip mencium anak kecil di-publish di media sosial dan akhirnya viral. Itu kan dilaporkan,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Lita Gading mewanti-wanti agar anak tidak dijadikan objek demi keuntungan orang tua. Apalagi saat orang tuanya sedang mempromosikan produk affiliate atau endorsement melalui konten media sosial.
Ia mengingatkan bahwa menjadikan anak sebagai alat jualan dengan cara bersentuhan fisik dan dipublikasikan ke media sosial adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.
“Jadi harus hati-hati bagaimana pun juga anak kecil itu jangan jadi objek sesuatu (untuk) keuntungan orang tuanya,” kata Lita.
“Dia (Sarwendah) kan lagi mempromosikan produk affiliate atau endorsement-nya. Nah dia dijadikan objek untuk jualan dia dengan cara pijit-pijit,” ujarnya menambahkan.
Lita Gading tidak memungkiri bahwa kebutuhan finansial adalah hal yang manusiawi. Namun, ia menegaskan ada garis batas yang tidak boleh dilanggar, terutama soal anak Sarwendah.
“Kita memang butuh uang apa pun itu kita butuh support secara finansial dengan cara jualan. Tapi tidak mengeksploitasi anak dalam arti anak sebagai objek untuk mencari uang sampai seperti itu. Hati-hati ya sayang,” tuturnya.
Kendati demikian, Lita menegaskan dirinya tidak berpihak pada siapa pun dalam polemik Ruben Onsu dan Sarwendah. Lantaran ia berpendapat atas dasar keilmuannya.
“Saya bukan buzzer-nya Ruben, tapi saya berdiri atas apa yang menjadi keilmuan saya,” ujarnya memungkasi.(*)
Artikel Asli




