Iran: Draf Kesepahaman Akhiri Perang dengan AS Hampir Rampung, Perdamaian Segera Tercapai?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa sebagian besar bagian penting dari kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang hampir selesai dirumuskan, meskipun Amerika Serikat terus menunjukkan sikap yang bertentangan dan berulang kali melakukan tindakan agresi militer yang mengganggu proses diplomatik.

Dalam sebuah wawancara pada Kamis malam, Esmaeil Baghaei menolak berbagai spekulasi media mengenai tercapainya kesepakatan dan menegaskan kembali sikap Iran yang tegas dan berprinsip.

Baca Juga :
Di Balik Klaim Damai AS-Iran, Netanyahu Dikabarkan Kaget dan Langsung Bahas Isu Ini
Iran Bantah Klaim Trump soal Kesepakatan Damai, Netanyahu Sebut Teheran Wajib Serahkan Uranium Diperkaya

“Dari sisi teks, sebagian besar isi dokumen hampir selesai dirampungkan. Namun, masalahnya adalah sikap Amerika Serikat yang sering berubah-ubah dan saling bertentangan selalu menimbulkan gejolak serta menghambat proses ini,” kata Baghaei dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 12 Juni 2026, 

Ia menegaskan bahwa Republik Islam Iran memasuki proses diplomatik dengan niat baik dan rasa tanggung jawab penuh. Sebaliknya, para pejabat Amerika berulang kali mengubah posisi mereka, mengajukan tuntutan baru yang tidak realistis, bahkan melakukan serangan militer selama perundingan berlangsung.

Baghaei juga menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu, Amerika Serikat dan rezim Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut. Dalam serangan terbaru, pasukan Amerika menargetkan infrastruktur di wilayah selatan Iran dan menyerang dua reservoir air di Sirik.

“Di satu sisi mereka berbicara tentang diplomasi dan perundingan, tetapi di sisi lain mereka menggunakan kekerasan serta melakukan tindakan ilegal dan kriminal,” ujarnya.

Tidak Ada Kompromi atas Garis Merah Iran

Pejabat tersebut menegaskan bahwa Iran telah menunjukkan, baik melalui jalur diplomasi maupun di medan pertempuran, bahwa negara itu tidak akan pernah tunduk pada syarat dan tuntutan pihak lain.

“Iran telah membuktikan dalam praktik bahwa garis merahnya adalah kepentingan dan kesejahteraan rakyat Iran. Dalam hal ini sama sekali tidak akan ada kompromi. Jika Republik Islam berniat mundur dari prinsip-prinsip dasarnya karena tekanan dan ancaman, hal itu sudah dilakukan satu setengah tahun yang lalu. Kami telah membuktikan bahwa kami tetap teguh pada pendirian kami,” tambahnya.

Selat Hormuz Ditutup Akibat Agresi Amerika Serikat

Baca Juga :
Harga Minyak Dunia Terus Merosot, Brent dan WTI Kompak Turun Usai Risiko Perang AS-Iran Mereda
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani Akhir Pekan Ini, Benarkah Perang Segera Usai?
Donald Trump Klaim Damai dengan Iran Segera Tercapai, IHSG Langsung Melonjak Ikuti Euforia Bursa Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Huayou Hasilkan Listrik dari Limbah Uap Panas untuk Operasional Smelter Nikel
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Melihat Canggihnya Teknologi AI di Piala Dunia 2026
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dua Guru Ponpes di Deli Serdang Ditangkap, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Santri
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
JK Bertemu Prabowo Selama Satu Jam di Istana, Ini Sejumlah Isi Pembicaraannya
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
MILLS Dukung Smartfren Run 2026 untuk Perkuat Ekosistem Lari dan Gaya Hidup Sehat di Indonesia
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.