Jakarta: Di hutan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan, terdapat satu hewan yang dikenal sebagai mamalia paling lambat di dunia, yakni kungkang atau sloth. Meski gerakannya terkesan lamban, ternyata gaya hidup tersebut merupakan strategi bertahan hidup yang telah berevolusi selama jutaan tahun.
Melansir dari National Geographic, kungkang memiliki kecepatan maksimal hanya sekitar 1,6 kilometer per jam. Kecepatan ini membuatnya menjadi salah satu hewan paling lambat di planet ini. Namun dibalik kelembabannya, kungkang memiliki berbagai adaptasi unik yang memungkinkan mereka bertahan hidup di habitat alaminya.
Alasan Kungkang Bergerak Sangat Lambat
Para ilmuwan menjelaskan bahwa penyebab utama gerakan lambat kungkang adalah pola makan mereka yang sangat rendah energi. Sebagian besar makanan kungkang terdiri dari daun-daunan yang miskin kalori dan sulit dicerna.
Akibatnya, tubuh kungkang memiliki laju metabolisme yang sangat rendah dibandingkan mamalia lain dengan ukuran tubuh serupa. Mereka harus menghemat energi sebanyak mungkin agar dapat bertahan hidup.
Baca Juga :
Tinggal Puluhan Ekor! Ini 5 Hewan yang Terancam Punah di Dunia-Serius Ini Hewan?Hal serupa dijelaskan oleh Museum of Science yang menyebutkan bahwa bergerak lambat membantu kungkang menghemat energi sehingga mereka dapat bertahan hanya dengan mengkonsumsi daun sebagai sumber makanan utama.
Faktor yang Membuat Kungkang Sangat Lambat
Melansir dari laman Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), terdapat beberapa faktor utama yang membuat gerakan kungkang sangat lambat, yaitu:
- Memiliki metabolisme yang sangat rendah sehingga harus menghemat energi.
- Mengkonsumsi daun yang rendah kalori dan sulit dicerna.
- Mengandalkan strategi kamuflase untuk menghindari predator.
- Memiliki suhu tubuh yang tidak stabil sehingga aktivitasnya terbatas.
- Struktur otot lebih dirancang untuk menggantung dalam waktu lama dibandingkan bergerak cepat.
Baca Juga :
Jangan Tertipu! 4 Hewan Lucu Ini Ternyata Bisa Membahayakan Manusia-Serius Ini Hewan?Melansir dari laman HowStuffWorks, laju metabolisme kungkang sekitar 40 hingga 45 persen lebih lambat dibandingkan mamalia lain yang berukuran sama. Kondisi ini membuat kebutuhan energi mereka jauh lebih rendah sehingga mampu bertahan dengan asupan makanan yang minim.
National Geographic juga mencatat bahwa makanan yang dikonsumsi kungkang membutuhkan waktu rata-rata 16 hari untuk melewati sistem pencernaannya.
Penelitian yang dikutip dari laman EurekAlert menunjukkan bahwa kungkang memiliki salah satu tingkat metabolisme terendah di antara seluruh mamalia. Untuk menghemat energi, kungkang dapat membiarkan suhu tubuhnya berubah mengikuti kondisi lingkungan sekitar, dengan fluktuasi mencapai sekitar 5 derajat Celcius. Kemampuan ini berbeda dengan sebagian besar mamalia yang mempertahankan suhu tubuh tetap stabil. Adaptasi tersebut membantu kungkang mengurangi kebutuhan energi sehari-hari.
(Jessica Nur Faddilah)




