Grid.ID – Industri kreatif Indonesia terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi digital. Jika selama ini ekonomi kreatif lebih banyak dikenal lewat subsektor fesyen dan kuliner, kini animasi, film, konten digital, aplikasi, hingga game mulai disebut sebagai motor pertumbuhan baru.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Tekhnokogi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Dandy Yudha Feryawan, dalam forum Garuda AI Impact Summit 2026. Menurutnya, potensi ekonomi kreatif saat ini tidak lagi terbatas pada subsektor yang telah lama berkembang, tetapi juga datang dari berbagai sektor digital yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama ini potensi ekonomi kreatif di Indonesia masih terkait dengan fesyen, kuliner. Kita bisa lihat digital saat ini, subsektor-subsektor baru,” ujar Dandy Yudha Feryawan dalam forum Garuda AI Summit, di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif untuk menghasilkan karya dan menjangkau pasar yang lebih besar. Berbagai produk kreatif kini hadir dalam bentuk yang semakin beragam, mulai dari film, animasi, konten digital, aplikasi, hingga gim.
“Ada animasi, film, konten digital, aplikasi game, termasuk teknologi baru lainnya,” lanjutnya.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap konten digital juga menjadi peluang tersendiri bagi para kreator. Tak hanya konsumsi hiburan yang berubah, perkembangan teknologi turut menciptakan kebutuhan baru terhadap karya-karya kreatif berbasis digital.
Karena itu, pembahasan mengenai ekonomi kreatif saat ini tidak lagi sebatas apakah sektor tersebut dapat menjadi andalan perekonomian nasional.
“Nah, jadi pertanyaannya bukan apakah sektor ekonomi kreatif ini bisa diandalkan, tapi bagaimana kita melakukan percepatan supaya proporsi PDB sektor ekonomi kreatif ini bisa tumbuh lebih cepat,” katanya.
Selain munculnya subsektor-subsektor baru, pemanfaatan teknologi juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif. Salah satunya adalah kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mulai dimanfaatkan oleh para kreator untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam diskusi tersebut disebutkan bahwa penggunaan AI mampu membantu proses produksi berbagai karya kreatif, mulai dari pembuatan video hingga desain visual.
“Bagaimana para kreator ini juga bisa memanfaatkan teknologi-teknologi baru, termasuk AI tadi, untuk bisa meningkatkan inovasinya, karyanya,” ujar Dandy Yudha Feryawan.
Dengan semakin berkembangnya animasi, gim, film, dan berbagai bentuk konten digital, lanskap ekonomi kreatif Indonesia pun terus berubah. Sektor yang sebelumnya banyak ditopang oleh fesyen dan kuliner kini mulai mendapat dorongan baru dari industri digital yang tumbuh seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. (*)
Artikel Asli




