Harga BBM Naik, Pengusaha Warteg Perkecil Porsi Lauk Agar Pelanggan Nggak Kabur

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pelaku usaha makanan.

Harga BBM Naik, Pengusaha Warteg Perkecil Porsi Lauk Agar Pelanggan Nggak Kabur (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pengusaha Warteg.

Ketua Komunitas dan Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengatakan para pengusaha warteg harus memutar otak agar harga makanan tetap terjangkau tanpa kehilangan pelanggan.

Baca Juga:
Mitra Pinasthika (MPMX) Dorong Kemandirian Ekonomi

Menurutnya, salah satu langkah yang umum dilakukan adalah melakukan efisiensi pada porsi lauk serta memanfaatkan jaringan koperasi untuk memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah

"Untuk menyiasati porsi dan harga agar tetap stabil tanpa mengusir pelanggan, para pengusaha warteg biasanya terpaksa memutar otak, mulai dari memperkecil sedikit ukuran potongan lauk seperti tahu, tempe, atau ayam," katanya saat dihubungi pada Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:
Timnas Indonesia Naik ke Ranking 118 FIFA, Ini Pesan Erick Thohir

Mukroni mengatakan, pengusaha warteg juga harus mencari cara lain dalam membelanjakan bahan baku, misalnya lewat jaringan koperasi dalam jumlah besar agar mendapatkan harga grosir yang lebih miring.

Dia menilai pengusaha warteg berada dalam posisi yang cukup rentan. Pasalnya, mereka tidak memiliki ruang yang besar untuk menaikkan harga makanan karena mayoritas konsumennya berasal dari kelompok masyarakat yang sensitif terhadap perubahan harga.

Baca Juga:
Phapros Targetkan Pertumbuhan Penjualan Capai 20 Persen di 2026

"Sebagai salah satu pilar jaring pengaman pangan murah bagi masyarakat perkotaan, para pengusaha warteg menitipkan beberapa harapan besar kepada pemerintah," tuturnya.

Mukroni meminta pemerintah melalui Perum Bulog dan instansi terkait untuk memastikan pasokan serta harga bahan pangan tetap terkendali dan tidak mengalami kenaikan yang berlebihan akibat sentimen kenaikan BBM. Selain itu, Kowantara juga berharap pemerintah memberikan stimulus bagi pelaku usaha kuliner mikro.

Baca Juga:
Sinarmas Sekuritas Proyeksi Saham Asuransi Tugu (TUGU) di Angka Rp1.700

Bentuk dukungan yang diharapkan antara lain kemudahan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program digitalisasi rantai pasok agar pelaku warteg dapat memperoleh bahan baku langsung dari produsen atau petani dengan harga yang lebih kompetitif.

"Berharap ada kelonggaran atau program stimulus khusus bagi sektor kuliner mikro, seperti kemudahan akses modal usaha KUR atau program digitalisasi rantai pasok agar warteg bisa mendapatkan bahan baku langsung dari produsen/petani dengan harga murah," kataya.

Mukroni juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, agar tetap aman di SPBU. Menurutnya, kelangkaan BBM subsidi berpotensi menambah beban pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada transportasi harian.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah memberikan dukungan kepada koperasi-koperasi warteg di berbagai daerah agar mampu melakukan pengadaan bahan baku secara bersama-sama atau collective buying.

"Pemerintah diharapkan memberikan dukungan nyata bagi koperasi-koperasi warteg lokal agar mampu melakukan collective buying untuk komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, dan telur guna memotong rantai distribusi yang panjang," tutur dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Tanya Alasan Pengadangan Menuju Bundaran HI, Tetapi Malah Ditertawai Polisi
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Saat Dunia Tertuju ke Piala Dunia 2026, Real Madrid Diam-diam Bikin Kejutan Menggemparkan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Diiringi Lagu Halo-Halo Bandung, Mahasiswa di Depan Gedung UOB Sudirman Teriak Revolusi
• 26 menit laludisway.id
thumb
Polisi: BEM UI Belum Kirim Surat Pemberitahuan Demo di Bundaran HI
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Logis 08 Berdemonstrasi di Kantor KPK, Begini Tuntutannya
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.