Umat Islam di India Serukan Sapi sebagai Hewan Nasional

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,NEW DELHI -- Beberapa pemimpin dan organisasi Muslim di India menyerukan kepada pemerintah untuk mendeklarasikan sapi sebagai hewan nasional India dan melarang penyembelihan sapi secara seragam di seluruh negeri. Upaya itu diharapkan dapat mengakhiri fenomena yang sering menjadi inti dari kekerasan komunal Hindu-Muslim di India.

Perdagangan, penyembelihan, dan konsumsi ternak merupakan isu yang sangat kontroversial di India , seringkali berujung pada kekerasan massa dan hukuman mati tanpa pengadilan terhadap mereka yang dituduh terlibat dalam tindakan tersebut. Umat Muslim dan Hindu yang terpinggirkan biasanya menjadi korban serangan main hakim sendiri.

Baca Juga
  • Beri Apresiasi untuk Pelanggan, Biznet Prize Vaganza Hadir dengan Grand Prize Emas Hingga 100 Gram
  • Ratusan Layangan Tersangkut di Jalur Kereta Cepat Whoosh, KCIC Jelaskan Dampak Buruknya
  • SDM: Kegiatan Pertambangan tak Cukup Hanya Bermodal IUP

Sapi dianggap suci oleh banyak umat Hindu karena disebutkan dalam kitab suci dan mitologi Hindu, serta sangat dihargai atas kontribusinya terhadap ekonomi pertanian dan perannya sebagai sumber susu. 

Seruan yang mulai mendapat perhatian menjelang Hari Raya Idul Adha pada 28 Mei lalu tersebut bertujuan untuk memberlakukan larangan nasional yang menonjol terhadap perdagangan dan penyembelihan ternak, termasuk sapi jantan dan lembu jantan. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Hal ini dimaksudkan untuk mengekang kekerasan oleh kelompok-kelompok vigilante Hindu yang menargetkan Muslim dan kelompok-kelompok marginal lainnya yang terlibat dalam perdagangan ternak, sekaligus menciptakan niat baik di kalangan umat Hindu.

Infografis Politikus Hina Nabi Muhammad, India Panen Kecaman - (Republika.co.id)

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Mantan Anggota Pokja Kemendag Didakwa Rugikan Negara Rp39,4 Miliar dalam Kasus Pengadaan Gerobak
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Kebiasaan Pagi yang Bisa Buat Kamu Tampak Awet Muda
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Imigrasi Bungo Tangkap WNA Tiongkok Nekat Kunjungi Teman Wanita
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi soal Siswi SD Tewas Dibunuh di Sragen: Pembunuhan Berencana
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mengapa Sistem Membuat Dokter Terbaik Enggan Bertahan di Layanan Primer?
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.