Tak Hanya Diadang Polisi, Mahasiswa Juga Diblokade TNI

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rombongan mahasiswa yang hendak melakukn aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih mendapatkan pengadangan oleh aparat. Bukan hanya mendapatkan adangan dari polisi, TNI juga ikut mengadang rombongan mahasiswa yang hendak bergerak ke titik aksi.

Pantauan Republika pada pukul 16.00 WIB, rombongan mahasiswa yang berjumlah ratusan orang masih diadang oleh aparat TNI dan polisi di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung UOB. Mahasiswa tidak bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Bundaran HI.

Baca Juga
  • Aksi Demo Diadang, Massa Saling Dorong dengan Polisi di Jakpus
  • Demo Kantor BI Jateng, BEM SI: Turut Berduka Cita Atas Matinya Rupiah
  • Rupiah, Dolar, dan Pelajaran Demokrasi dari BJ Habibie

Massa mahasiswa terus menerus meneriakan agar aparat membuka blokade mereka. Dengan begitu, mahasiswa bisa melakukan aksi di kawasan Bundaran HI. 

Sebelumnya, rombongan mahasiswa itu sempat mendapatkan pengadangan di kawasan Semanggi pada Jumat siang. Para mahasiswa diarahkan melakukan aksi di depan Gedung DPR. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Setelahnya, mahasiswa melakukan long march untuk menuju kawasan Bundaran HI. Namun, mereka kembali mendapatkan pengadangan oleh aparat polisi dan TNI.

Aksi yang diinisiasi BEM UI dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.00 di kawasan Bundaran HI. Dalam aksi itu, terdapat lima poin yang menjadi tuntutan mahasiswa, yaitu setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, hentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Prabowo berhenti mengelak serta mengakui kesalahannya.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan pihaknya tetap akan mencari cara agar massa bisa datang ke kawasan Bundaran HI. Pasalnya, sejak awal aksi itu direncanakan bakal dilakukan di kawasan tersebut.

"Sekarang kita, massa yang banyak, sedang mencari cara untuk tetap ke sini. Kenapa? Karena ini adalah tujuan utama kami dan kita tidak akan pernah pindah untuk demo di DPR atau di Istana," kata Yatalathof di kawasan Bundaran HI, Jumat siang.

Menurut dia, aksi yang dilakukan di DPR atau Istana merupakan hal yang sia-sia. Pasalnya, di dua tempat itu tidak ada pihak yang bakal mendengarkan suara rakyat. 

Yatalathof menyatakan, mahasiswa sengaja ingin melakukan aksi di Bundaran HI agar banyak masyarakat yang melihat bahwa kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal itu dilakukan karena mahasiswa peduli dengan kondisi negara. 

"Kita tidak ingin Indonesia justru beneran bangkrut! Tetapi perilaku-perilaku inilah yang justru ketika tidak berubah akan membuktikan bahwa Indonesia akan bangkrut secara ekonomi, Indonesia akan bangkrut secara demokrasi, dan terakhir, Indonesia akan bangkrut secara moral," katanya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Minta Maaf ke Warga Terdampak Rekayasa Lalin Imbas Demo
• 2 jam laludetik.com
thumb
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
OIKN Minta Tambahan Anggaran agar IKN dapat Difungsikan sebagai Ibu Kota Negara pada 2028
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Mahasiswa KPI IAIN Parepare Belajar Jurnalistik di Fajar, Dalami Produksi Berita hingga Konten Digital
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pola Mobilitas Kelas Menengah Terjepit Kenaikan Harga Pertamax
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.