BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Gejolak Pasar

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi (buyback fluktuatif) dengan nilai sebesar-besarnya Rp500 miliar. Periode buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. 

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan langkah ini sebagai strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid.

“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” imbuh Dhanny dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (12/6/2026). 

Pelaksanaan buyback fluktuatif ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Dhanny menjelaskan, pendanaan buyback fluktuatif akan berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku.

Dhanny menegaskan langkah buyback yang dilakukan BRI juga telah mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.

“Melalui aksi korporasi ini, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini, sehingga pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan,” tegasnya.

Setelah dilakukan buyback, proforma indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026, tercatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 22,86%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat 18,37%.

Baca Juga: BRI Perketat Stress Testing untuk Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Baca Juga: BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Kuat Usai BI Rate Naik Jadi 5,50%

Ia menyatakan, saham hasil buyback fluktuatif akan dialihkan melalui program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS.

“Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG),” pungkas Dhanny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Wamenlu: Asuransi Tidak Ada yang Mau Nanggung
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
BI Yakin Rupiah Terus Menguat Usai BI Rate Naik ke 5,50%
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Cabai Rawit Jumat Pagi Capai Rp77.950 per Kg Jumat Pagi, Telur Ayam Rp29.800 per Kg
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hindari Kawasan MH Thamrin, Massa UI Berusaha Tembus ke Bundaran HI
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.937/USD Pagi Ini
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.