JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Metro Jaya sebut belum mendapatkan surat izin resmi aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).
Ratusan demonstran masih memadati kawasan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat sejak siang tadi pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kepastian tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas, Budi Hermanto menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan baik Polres ataupun Polda Metro Jaya mengenai aksi tersebut.
BACA JUGA:Aksi BEM UI Jadi Berkah, Penjualan Pedagang Kopi Keliling Melonjak Dua Kali Lipat
"Untuk aksi hari ini, belum ada surat pemberitahuan yang masuk. Sampai pukul 17.36 WIB tidak ada surat pemberitahuan," jelas Budi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Jumat, 12 Juni 2026.
Merujuk pada Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tertulis bahwa setiap adanya massa aksi unjuk rasa harus memberi surat secara resmi.
Dalam aturan tersebut, penyelenggara diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian paling lambat 3x24 jam sebelum kegiatan berlangsung.
BACA JUGA:BEM UI Melawan Meski Diblokade Polisi di Flyover Semanggi, Tetap Demo ke Bundaran HI
Surat tersebut, kata Budi, dilakukan agar pihak berwajib bisa mempersiapkan segala kemungkinan bila terjadi kerusuhan di lapangan.
"Karena harus disiapkan regulasi personel pengamanan di titik-titik yang akan diamankan. Kami juga perlu mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas," jelas dia.
Ditambah, aparat berwajib perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait adanya kegiatan penyampaian aspirasi agar pengguna jalan dapat menyesuaikan rute perjalanan dan menghindari potensi kepadatan di lokasi aksi.
BACA JUGA:BEM UI dan FMN Dihalangi Polisi di Semanggi, Dilarang Aksi di Bundaran HI
"Kami harus menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada kegiatan penyampaian aspirasi, sehingga masyarakat bisa memilih jalur alternatif dan tidak terdampak secara mendadak," pungkas Budi.
Seperti diketahui bahwa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa sedikitnya lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Salah satu poin utama yang disuarakan mahasiswa adalah desakan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga kebutuhan pokok serta harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menjadi sorotan publik.
- 1
- 2
- »





