HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — “Selamat siang Makassar, halo semuanya. Saya akan kembali ke Makassar, rasanya seperti pulang ke rumah. Semuanya karena kalian, suporter PSM Makassar.”
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi banyak pendukung PSM Makassar, ucapan tersebut membawa kembali kenangan tentang salah satu periode paling bersejarah dalam perjalanan klub.
Darije Kalezic resmi kembali ke PSM Makassar.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu bukan sosok asing bagi publik Sulawesi Selatan. Ia adalah arsitek yang pernah mengakhiri dahaga gelar nasional Pasukan Ramang lewat keberhasilan menjuarai Piala Indonesia 2019, trofi yang mengakhiri penantian selama 19 tahun.
Kini, tujuh tahun kemudian, Darije kembali ke Makassar dengan misi yang jauh lebih kompleks.
Ia datang bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk membangun kembali kekuatan PSM di tengah persaingan yang semakin ketat.
Manajemen klub pun langsung memberikan kepercayaan penuh kepada sang pelatih untuk memimpin proses pembenahan tim.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, menegaskan bahwa pekerjaan Darije dimulai sejak hari pertama pengumumannya.
“PSM mengumumkan Darije Kalezic sebagai pelatih kepala jelang musim 2026/2027. Darije akan langsung memimpin evaluasi teknis dan penyiapan tim. Termasuk pemilihan pemain yang akan direkrut,” ujar Sule.
Tugas itu terdengar sederhana di atas kertas. Namun kenyataannya, Darije akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibanding periode pertamanya bersama PSM.
Musim lalu menjadi salah satu musim yang mengecewakan bagi Pasukan Ramang. Performa tim tidak konsisten, sejumlah pemain inti meninggalkan klub, dan yang paling terasa adalah kepergian kapten sekaligus pemimpin lini belakang, Yuran Fernandes.
Kehilangan pemain asal Tanjung Verde tersebut meninggalkan lubang besar yang harus segera ditutup.
Darije harus menemukan sosok pengganti yang bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang selama ini melekat pada Yuran.
Namun tantangan Darije tidak hanya datang dari dalam timnya sendiri.
Persaingan di Super League musim depan diperkirakan akan jauh lebih berat.
Di Jakarta, Persija sedang membangun proyek besar bersama Shin Tae-yong.
Nama mantan pelatih Timnas Indonesia itu membawa ekspektasi tinggi sekaligus daya tarik besar di bursa transfer. Persija sudah mulai menunjukkan ambisinya dengan merekrut pemain-pemain yang dianggap sesuai dengan filosofi sang pelatih.
Macan Kemayoran tampaknya tidak sedang membangun tim untuk sekadar bersaing.
Mereka sedang membangun tim untuk menjadi juara.
Sementara itu di Surabaya, ancaman lain datang dari Bernardo Tavares.
Nama yang satu ini tentu sangat dikenal oleh publik Makassar. Tavares adalah sosok yang membawa PSM menjuarai Liga 1 musim 2022/2023 sebelum akhirnya menerima tantangan baru bersama Persebaya Surabaya.
Kini pelatih asal Portugal itu sedang memimpin perombakan besar di Green Force.
Persebaya melepas sejumlah pemain dan menyiapkan skuad baru yang diproyeksikan menjadi penantang serius dalam perebutan gelar musim depan.
Artinya, Darije akan berhadapan dengan dua pelatih berprofil tinggi yang memiliki reputasi besar.
Shin Tae-yong di Persija Jakarta.
Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya.
Belum termasuk Persib Bandung yang berstatus juara bertahan dan sejumlah klub lain yang juga aktif memperkuat skuad.
Karena itu, keberhasilan Darije nanti tidak hanya ditentukan oleh kualitas taktiknya, tetapi juga kemampuannya membangun kembali identitas permainan PSM.
Untungnya, ada satu hal yang menjadi modal besar bagi pelatih berusia 56 tahun tersebut.
Ia memahami Makassar.
Ia memahami tekanan yang selalu mengiringi PSM.
Dan ia memahami harapan besar yang hidup dalam diri para suporternya.
Hal itu pula yang tercermin dari pesan yang ia sampaikan kepada pendukung Pasukan Ramang.
“Mari kembali ramaikan stadion dan membuat sejarah baru bersama. Sampai jumpa di Makassar, Ewako,” ajaknya.
Ajakan itu menunjukkan bahwa Darije memahami satu hal penting: kebangkitan PSM tidak bisa dibangun sendirian.
Ia membutuhkan dukungan suporter, manajemen, pemain, dan seluruh elemen klub.
Sementara itu, manajemen juga masih menyimpan sejumlah informasi penting yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Detail lainnya, terkait durasi kontrak dan target pencapaian, akan disampaikan saat press conference dan perkenalan resmi Darije Kalezic. Terima kasih, Ewako!” kata Sulaiman Abdul Karim.
Kini, babak baru telah dimulai.
Darije Kalezic memang kembali ke rumah yang pernah memberinya kenangan indah. Namun rumah yang ia datangi kali ini berada di tengah persaingan yang jauh lebih sengit.
Jika pada periode pertama ia berhasil mengakhiri puasa gelar PSM, maka pada periode kedua ini tantangannya jauh lebih besar: mengembalikan Pasukan Ramang menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia di tengah ambisi besar Persija Jakarta bersama Shin Tae-yong dan Persebaya Surabaya yang kini dipimpin Bernardo Tavares.
Dan itulah pekerjaan sesungguhnya yang menunggu Darije Kalezic di Makassar.





