Massa Demo Mahasiswa Dekat Bundaran HI Bubar, 600 Personel TNI-Polri Patroli

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, tepatnya dekat Bundaran Hotel Indonesia, sudah membubarkan diri, Jumat (12/6/2026) malam.

Untuk memastikan tak ada kerusuhan di titik lain, tim patroli gabungan dari TNI dan Polri pun mulai bergerak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, patroli ini digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca juga: Momen Polisi Minta Massa Demo Bubar, Berujung Ricuh di Dukuh Atas Jakpus

“Peningkatan patroli skala besar, baik itu dari Kodam Jaya maupun Polda Metro Jaya tetap dilaksanakan mengingat menjaga kamtibmas bukan dari sisi aspirasi saja, tetapi dari ada berbagai aspek-aspek lain memberikan rasa aman di masyarakat,” ujar Budi kepada wartawan di Pos Polisi Thamrin, Jumat.

Sebanyak 600 personil gabungan dikerahkan untuk menyusuri titik-titik lainnya. Terlebih, titik aksi hari ini juga akan digunakan untuk event lari internasional besok, Sabtu (13/6/2026) pagi.

Petugas akan dikerahkan sampai situasi dinyatakan aman terkendali.

“(Patroli) bisa sampai dengan pukul dini hari melihat beberapa titik-titik dan kepentingan wilayah itu dinilai dalam suatu kondisi titik kerawanan,” kata Budi.

Diketahui, sejumlah kampus bergabung dalam aksi di kawasan Bundaran HI, yakni Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri.

Baca juga: Blokade Jalan MH Thamrin Dibuka, Polisi Bubarkan Massa Demo dan Urai Lalu Lintas

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima poin tuntutan sebagai berikut:

1. Setop pemborosan APBN.

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

3. Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

4. Hentikan militerisme di ranah sipil.

5. Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Grup A Piala Dunia: Meksiko dan Korsel Kompak Menang di Laga Perdana
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
11 Pesepakbola dengan Bayaran Tertinggi di Piala Dunia 2026
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Siap Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Warga Mojokerto Sambut Hari Bhayangkara Ke-80 dengan Mewujudkan Kamtibmas Kondusif
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
BEM UI dan UNJ Turun ke Jalan, Desak Presiden Prabowo Hentikan MBG hingga Turunkan Harga BBM
• 9 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.