Gerindra Depok Gandeng STIHP Pelopor Bangsa, 100 Kader Dapat Beasiswa Kuliah

realita.co
2 jam lalu
Cover Berita

DEPOK (Realita) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Depok resmi meluncurkan program beasiswa kuliah gratis bagi ratusan kadernya. 

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Politik (STIHP) Pelopor Bangsa sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan partai.

Baca juga: Atribut Gerindra Masih Terpasang di Sejumlah Jembatan Kota Madiun, Meski Ada Instruksi Penertiban dari DPP

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi kader yang memiliki keinginan melanjutkan kuliah namun terkendala berbagai faktor.

"Kami menargetkan tahun ini ada 100 kader yang dapat menempuh pendidikan di kampus ini. Mudah-mudahan program serupa juga bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ujar Pradi saat ditemui wartawan, Jumat (12/6/2026).

Menurut Pradi, para penerima beasiswa tidak akan dibebankan biaya apa pun selama mengikuti program pendidikan tersebut.

"Ini merupakan beasiswa murni. Kami menyiapkannya untuk lulusan tahun 2023, 2024, 2025, hingga 2026 yang belum melanjutkan pendidikan. Program ini lahir dari inisiatif pengurus partai, anggota dewan, dan seluruh jajaran yang ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada kader," kata Pradi.

Politikus yang juga anggota DPRD Jawa Barat itu berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kader Gerindra, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas diri.

Ia menjelaskan, program beasiswa tersebut sejalan dengan visi partai yang ingin mencetak generasi berintegritas, kompeten, dan profesional.

"Terlebih bidang politik sangat berkaitan erat dengan ilmu hukum. Ada banyak aspek hukum yang harus dipahami sehingga kader memiliki bekal yang memadai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," ujar Pradi.

"Harapan kami, generasi mendatang memiliki integritas, kompetensi, dan profesionalisme yang kuat," lanjut Pradi.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah, menuturkan program kuliah gratis tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap semangat Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

"Dari semangat mencerdaskan kehidupan bangsa itulah kemudian lahir gagasan program kuliah gratis ini. Kami ingin menyiapkan kader-kader muda yang nantinya menjadi Gerindra masa depan," kata Hamzah.

Ia menjelaskan, sebanyak 100 kader akan menerima beasiswa pada tahun pertama pelaksanaan program. 

Dengan target tersebut, Gerindra Depok berharap dapat melahirkan sekitar 500 sarjana dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Menurut Hamzah, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima beasiswa, salah satunya merupakan lulusan tahun 2023 hingga 2026 dan memiliki komitmen untuk berjuang bersama Partai Gerindra.

"Yang utama adalah lulusan 2023, 2024, 2025, atau 2026 dan siap berproses bersama Gerindra. Jika memenuhi syarat tersebut, maka akan kami fasilitasi untuk kuliah di sini," tutur Hamzah.

Baca juga: Gerindra Surabaya Gelar Retret Kader di Trawas

Hamzah juga menegaskan bahwa pendanaan program tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Seluruh pembiayaan berasal dari Gerindra. Tidak menggunakan APBD ataupun APBN. Ini merupakan bentuk gotong royong kader dan anggota dewan untuk membantu kader muda agar bisa meraih gelar sarjana," tegas Hamzah.

Sementara itu, Rektor STIHP Pelopor Bangsa, Ali Syaifudin, menyambut baik kolaborasi tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kerja sama antara kampus dan Gerindra telah resmi ditandatangani sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan di bidang hukum dan politik.

"Hari ini kami melaksanakan penandatanganan kerja sama antara STIHP Pelopor Bangsa dengan DPC Gerindra Kota Depok. Kami melihat bahwa hukum dan politik merupakan dua bidang yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan," jelas Ali.

 

Menurutnya, pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa dan negara.

 

Baca juga: Legislator Gerindra Perjuangkan Soal Kebutuhan Air Bersih di Jelbuk Jember

"Pendidikan merupakan pilar terpenting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, program seperti ini sangat positif untuk mencetak generasi yang memahami hukum, politik, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan nasional," kata Ali.

 

Ali menambahkan, penguatan pendidikan di bidang hukum dan politik akan berperan penting dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

 

"Ke depan kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memajukan Indonesia melalui pendidikan, hukum, dan politik. Itu menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap bangsa dan negara," ujar Ali.

 

Ia juga menilai Gerindra sebagai partai yang memiliki komitmen dalam membangun kader berkualitas.

"Kami melihat Gerindra memiliki semangat untuk melahirkan kader yang kompeten, berintegritas, dan profesional. Karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam memajukan bangsa melalui pendidikan dan politik," pungkas Ali. hry

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamax di Pulau Tidung Tembus Rp 21.000 Per Liter, Sopir Bentor Merugi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Anggaran Mulai Cair, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Sebelum Jadi Vendor Motor Listrik MBG, Andri Mulyono Temui Lodwyk Pusung
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Kunjungi Booth MINERALive, Menteri LH sebut Dunia Usaha Kunci Percepat Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Danantara Jelaskan Skema Investasi Pakai Dividen BUMN, Bukan Aset Utama
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.