Polisi Amankan 2 Orang Pembawa Molotov Jelang Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya mengamankan dua orang yang diduga membawa bom molotov dan berencana bergabung dengan massa mahasiswa dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kombes Pol Budi Hermanto Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya mengatakan kedua orang tersebut telah diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami juga menyampaikan kepada teman-teman sekalian bahwa Satgas Gakkum Polda Metro Jaya sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dalam aksi mahasiswa dan membawa molotov. Saat ini sudah diamankan dua orang oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang diduga membawa molotov untuk bergabung dengan massa mahasiswa pengunjuk rasa,” kata Budi Hermanto kepada wartawan di sela pengamanan aksi di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).

Menurut Budi, penyidik masih mendalami keterlibatan kedua orang tersebut serta kemungkinan adanya kelompok lain yang memiliki tujuan mengganggu jalannya penyampaian aspirasi mahasiswa.

“Masih akan kami dalami. Karena itu kami menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya melalui Satgas Gakkum akan melakukan tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang mencoba merusak penyampaian aspirasi adik-adik mahasiswa, di luar dari kelompok mahasiswa yang ada,” ujarnya.

Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang berlangsung secara damai.

Kepolisian juga mengingatkan bahwa tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan atau mengganggu ketertiban umum akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) siang.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan aparat gabungan kepolisian dan TNI.

Kericuhan terjadi ketika para mahasiswa berupaya menembus barikade aparat untuk menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang menjadi titik utama aksi mereka.

Massa aksi menolak diarahkan ke Gedung DPR RI maupun Istana Negara, meskipun aparat telah meminta mereka memindahkan lokasi unjuk rasa ke dua kawasan tersebut.

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Prabowo Subianto Presiden mengakui kesalahan pemerintah.

Massa aksi menegaskan demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang mereka nilai tengah dihadapi masyarakat Indonesia.(faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Kurva Imbal Hasil Menjadi Kompas Baru Kebijakan Moneter
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Art District 2026 Hadirkan Ruang Eksploratif Seni dan Kreativitas Generasi Muda
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Bullying Bocah 6 Tahun di Jakpus: Sempat Kritis, Keluarga Tolak Damai
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap Fakta Baru Wanita di Surabaya Sekap Calon Mertua, Foya-Foya di Hotel Mewah 6 Bulan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Meratus Bantah Kabar Diakuisisi Waresix Senilai Rp35 Triliun, Sebut Operasional Tetap Normal
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.