JAKARTA, KOMPAS.com - Massa mahasiswa yang demo di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat telah membubarkan diri pada Jumat (12/6/2026) malam pukul 21.00 WIB.
Namun, masih ada puluhan orang yang bertahan di Jalan MH Thamrin kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Mereka mayoritas berpakaian hitam-hitam dan membawa poster berisi berbagai tuntutan.
Baca juga: Massa Demo Mahasiswa Dekat Bundaran HI Bubar, 600 Personel TNI-Polri Patroli
Mulai dari hentikan program MBG, tolak kenaikan BBM hingga mempertanyakan pemborosan anggaran pemerintah.
Massa tersebut berkumpul di bahu Jalan MH Thamrin dan membentangkan poster ke arah kendaraan yang melintas menuju Bundaran HI.
Mereka meminta pengendara membunyikan klakson sebagai dukungan atas tuntutan pada poster yang dibentangkan.
Pengendara roda empat dan roda dua pun membunyikan klakson mereka untuk massa.
Saat dikonfirmasi Kompas.com, beberapa orang yang masih berkumpul di Dukuh Atas menyampaikan bahwa mereka merupakan gabungan dari warga sipil, mahasiswa dan karyawan swasta.
Mereka hendak bertahan sekuatnya di lokasi Dukuh Atas.
"Kita bertahan semampu kita. Kalau bisa kita lakukan ini sampai pemerintah, benar-benar salah satu perwakilan pemerintah turun dulu," kata Oip (25), karyawan swasta yang masih bertahan di Dukuh Atas.
Baca juga: Momen Polisi Minta Massa Demo Bubar, Berujung Ricuh di Dukuh Atas Jakpus
"Kenapa kita mengadakan di sini? Menurut saya, kenapa kita mengadakan di HI? Karena adalah titik pusat kota," tambah Oip.
Diketahui, sejumlah universitas bergabung dalam aksi di kawasan Bundaran HI, yakni UI, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima poin tuntutan sebagai berikut:
1. Setop pemborosan APBN.
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
5. Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang