Moskow (ANTARA) - Iran dan Amerika Serikat kini berada pada tahap paling dekat untuk mencapai kesepakatan sejak perundingan dimulai, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
"Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati," kata Araghchi melalui platform X, Jumat (12/6).
Ia meminta media untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan tersebut selama proses finalisasi masih berlangsung.
"Sesuai pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya," kata Araghchi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ketentuan kesepakatan yang dipublikasikan oleh media Iran tidak mencerminkan isi dokumen yang sebenarnya telah disepakati kedua pihak.
"Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Wakil Presiden AS J.D. Vance juga membantah klaim bahwa dana Iran yang dibekukan akan dicairkan hanya karena Iran-AS menandatangani nota kesepahaman.
Baca juga: Trump tuding Iran coba serang kapal India di Selat Hormuz
"Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran," kata Vance melalui X.
"Pertama, pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan," katanya.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran Mehr melaporkan dengan mengutip draf nota kesepahaman mengenai penyelesaian konflik.
Menurut laporan tersebut, Iran tidak akan memulai perundingan terkait program nuklirnya hingga AS memenuhi sejumlah syarat.
Syarat itu antara lain membebaskan setengah dari dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp213,4 triliun), menangguhkan sanksi minyak, serta mencabut blokade laut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump batal serang Iran setelah tahu kesepakatan hampir final
Baca juga: Kemlu Iran sebut naskah perjanjian dengan AS hampir final
"Nota Kesepahaman Islamabad kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati," kata Araghchi melalui platform X, Jumat (12/6).
Ia meminta media untuk tidak berspekulasi mengenai isi kesepakatan tersebut selama proses finalisasi masih berlangsung.
"Sesuai pendekatan kami yang bertanggung jawab dan transparan, seluruh rinciannya akan diumumkan kepada publik pada waktunya," kata Araghchi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ketentuan kesepakatan yang dipublikasikan oleh media Iran tidak mencerminkan isi dokumen yang sebenarnya telah disepakati kedua pihak.
"Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Wakil Presiden AS J.D. Vance juga membantah klaim bahwa dana Iran yang dibekukan akan dicairkan hanya karena Iran-AS menandatangani nota kesepahaman.
Baca juga: Trump tuding Iran coba serang kapal India di Selat Hormuz
"Saya melihat banyak informasi palsu mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri program senjata nuklir Iran," kata Vance melalui X.
"Pertama, pihak Iran tidak akan menerima uang tunai apa pun dan tidak ada dana yang akan dicairkan hanya karena menandatangani kesepakatan atau menghadiri pertemuan," katanya.
Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran Mehr melaporkan dengan mengutip draf nota kesepahaman mengenai penyelesaian konflik.
Menurut laporan tersebut, Iran tidak akan memulai perundingan terkait program nuklirnya hingga AS memenuhi sejumlah syarat.
Syarat itu antara lain membebaskan setengah dari dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp213,4 triliun), menangguhkan sanksi minyak, serta mencabut blokade laut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump batal serang Iran setelah tahu kesepakatan hampir final
Baca juga: Kemlu Iran sebut naskah perjanjian dengan AS hampir final





