Jakarta (ANTARA) - Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung Djordje Jovicic menyebut para pemainnya telah berjuang maksimal, walau akhirnya tersingkir dalam semifinal IBL 2026 setelah kalah 79-82 pada laga keempat melawan Bogor Hornbills.
Menurut dia, para pemainnya telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang semifinal, meski akhirnya kalah dengan rekor laga 1-3 dalam seri best-of-five tersebut.
"Semua staf saya berusaha dengan baik, begitu juga tim fisioterapis, dokter, manajemen, dan presiden klub, karena mereka mendukung kami dari saat pertama, saat yang sulit, sampai kami bisa menemukan kembali permainan kami," kata Djordje seusai pertandingan laga keempat di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Dia menjelaskan, kekalahan lebih disebabkan oleh kegagalan tim menjalankan sistem permainan secara konsisten selama pertandingan.
Para pemain beberapa kali terlalu terburu-buru memainkan skema isolasi, sehingga aliran bola tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan.
Baca juga: Jovicic soroti jumlah ofensif rebound Hornbills saat kalah 82-93
Kondisi tersebut membuat tim kesulitan menjaga ritme permainan selama 40 menit penuh.
Pelatih asal Serbia itu menambahkan Hornbills tampil lebih disiplin dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki dan mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir laga.
Kekalahan itu, tambah dia, menjadi pelajaran penting bagi Satria Muda untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam menghadapi musim berikutnya.
"Saya berada di sini untuk membangun tim, tidak hanya untuk tiga pertandingan saja, kami semua ingin menang di semifinal, tim berjuang, tetapi usaha itu belum cukup," ujar dia.
Kapten Satria Muda Abraham Damar Grahita juga mengakui lawan mampu memaksimalkan setiap kesempatan yang diperoleh sepanjang pertandingan.
Baca juga: Jalen Jones pimpin Satria Muda untuk tundukkan Bogor Hornbills
"Mereka menyesuaikan segalanya dan memaksimalkan semua peluang yang mereka punya," kata guard andalan timnas bola basket Indonesia itu.
Bogor Hornbills yang dilatih Cesar Camara berhasil mencetak sejarah, dengan pertama kalinya tampil dalam babak final IBL.
Pada laga pertama semifinal, Jumat (5/6), dan kedua, Minggu (7/6), di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, masing-masing tim berbagi satu kemenangan.
Kemudian saat laga ketiga, di GOR Laga Tangkas, Rabu (10/6), Hornbills kembali unggul menjadi 2-1 setelah menang dengan skor 93-82.
Kini mereka menanti pemenang dalam seri yang sama, antara Pelita Jaya Jakarta melawan Dewa United Banten.
Babak final juga digelar dengan seri best-of-five dan dilaksanakan pada Jumat (19/6).
Baca juga: Hornbills buktikan diri sebagai tim kompetitif usai berhasil ke final
Menurut dia, para pemainnya telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang semifinal, meski akhirnya kalah dengan rekor laga 1-3 dalam seri best-of-five tersebut.
"Semua staf saya berusaha dengan baik, begitu juga tim fisioterapis, dokter, manajemen, dan presiden klub, karena mereka mendukung kami dari saat pertama, saat yang sulit, sampai kami bisa menemukan kembali permainan kami," kata Djordje seusai pertandingan laga keempat di GOR Laga Tangkas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Dia menjelaskan, kekalahan lebih disebabkan oleh kegagalan tim menjalankan sistem permainan secara konsisten selama pertandingan.
Para pemain beberapa kali terlalu terburu-buru memainkan skema isolasi, sehingga aliran bola tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan.
Baca juga: Jovicic soroti jumlah ofensif rebound Hornbills saat kalah 82-93
Kondisi tersebut membuat tim kesulitan menjaga ritme permainan selama 40 menit penuh.
Pelatih asal Serbia itu menambahkan Hornbills tampil lebih disiplin dalam memanfaatkan peluang yang dimiliki dan mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhir laga.
Kekalahan itu, tambah dia, menjadi pelajaran penting bagi Satria Muda untuk melakukan evaluasi menyeluruh dalam menghadapi musim berikutnya.
"Saya berada di sini untuk membangun tim, tidak hanya untuk tiga pertandingan saja, kami semua ingin menang di semifinal, tim berjuang, tetapi usaha itu belum cukup," ujar dia.
Kapten Satria Muda Abraham Damar Grahita juga mengakui lawan mampu memaksimalkan setiap kesempatan yang diperoleh sepanjang pertandingan.
Baca juga: Jalen Jones pimpin Satria Muda untuk tundukkan Bogor Hornbills
"Mereka menyesuaikan segalanya dan memaksimalkan semua peluang yang mereka punya," kata guard andalan timnas bola basket Indonesia itu.
Bogor Hornbills yang dilatih Cesar Camara berhasil mencetak sejarah, dengan pertama kalinya tampil dalam babak final IBL.
Pada laga pertama semifinal, Jumat (5/6), dan kedua, Minggu (7/6), di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, masing-masing tim berbagi satu kemenangan.
Kemudian saat laga ketiga, di GOR Laga Tangkas, Rabu (10/6), Hornbills kembali unggul menjadi 2-1 setelah menang dengan skor 93-82.
Kini mereka menanti pemenang dalam seri yang sama, antara Pelita Jaya Jakarta melawan Dewa United Banten.
Babak final juga digelar dengan seri best-of-five dan dilaksanakan pada Jumat (19/6).
Baca juga: Hornbills buktikan diri sebagai tim kompetitif usai berhasil ke final





