Seskab Teddy soal Kenaikan Harga Pertamax: Di Indonesia Jauh Lebih Murah

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan harga Pertamax dan Pertamax Green naik karena mengikuti harga minyak dunia. Teddy menyebut Pertamax mengikuti harga pasar karena bukan BBM subsidi.

Teddy pun menyatakan harga BBM non-subsidi di Indonesia rata-rata lebih murah dibanding negara lain. Menurutnya, harga BBM RON 92/95 di Asia Tenggara lebih mahal di Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata Teddy di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Harga Pertamax Melambung, Ekonom Minta Pemerintah Pastikan Subsidi BBM Tepat Sasaran

Teddy mengatakan, harga minyak dunia naik drastis sejak Maret 2026 seiring perkembangan perang AS-Israel di Iran. Namun, Pertamina berupaya menahan kenaikan harga selama beberapa bulan.

Menurut Teddy, pemerintah kemudian memutuskan menaikkan harga Pertamax usai menahan selama beberapa bulan. Sedangkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar tidak dinaikkan.

"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan. Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy dikutip Antara.

Pada Jumat (12/6), Sekretariat Kabinet RI mengirim unggahan tentang harga BBM di media sosial Instagram. Unggahan tersebut dirilis Setkab di tengah demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Sekretariat Kabinet mengunggah paparan Teddy tentang perbandingan harga BBM di Indonesia dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Dalam unggahan tersebut, Setkab menyatakan harga BBM RON 92/95 di negara lain lebih mahal, di antaranya di Filipina Rp22.158 per liter, Laos Rp31.945 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, dan Singapura Rp42.971 per liter.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kenaikan harga pertamax
  • teddy indra wijaya
  • harga pertamax naik
  • harga minyak dunia
  • demo tolak kenaikan bbm
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Mulai Bangkit, Jadi Tanda Pasar Respons Positif Kebijakan BI
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Rupiah Tertekan, XLSmart Ubah Strategi Layanan untuk Pelanggan
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dirjen Pemasyarakatan Tegaskan Lapas Bukan Lagi Tempat Pembalasan
• 23 menit laluviva.co.id
thumb
Iran Menyerang 18 Pangkalan Militer, Kuwait dan Bahrain Masuk Status Siaga Tinggi
• 13 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.