Medan: Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatra Utara (Sumut) mencatat sebanyak 1.500 jiwa terdampak banjir di Kota Medan, Jumat dini hari, 11 Juni 2026. Bencana tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi.
"Berdasarkan laporan, banjir terjadi pada pukul 03.10 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Pusdalops Sumut mendata banjir yang terjadi di Ibu Kota Sumut itu melanda Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Selayang, dan Kecamatan Medan Maimun.
Baca Juga :
Kecamatan Medan Johor merupakan daerah paling terdampak dengan 800 jiwa (250 kepala keluarga). Kemudian, disusul Kecamatan Medan Maimun 506 jiwa (122 kepala keluarga), dan Kecamatan Medan Selayang 194 jiwa (80 kepala keluarga).
Jumlah pengungsi, korban luka maupun korban meninggal dunia berdasarkan laporan tercatat nihil.
Banjir di Kota Medan. ANTARA/HO-Humas Pemkot Medan.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
"Pemerintah Kota Medan melakukan pemantauan tinggi muka air daerah sungai dan daerah rawan banjir, mempersiapkan peralatan evakuasi, menggencarkan imbauan, dan memberikan bantuan logistik," ujarnya.
Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam penanganan bencana di lokasi terdampak banjir.




