Malang: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumpulkan sejumlah catatan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan haji 2026. Catatan tersebut antara lain terkait mobilisasi jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta kebijakan istitha’ah kesehatan.
"Tentu banyak evaluasi, ini tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan penyelenggaraan haji secara langsung, ada beberapa catatan penting terutama nanti terkait pergerakan di Armuzna dan kedua tentang istitha'ah kesehatan," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Kota Malang, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Dahnil menyatakan pola penugasan petugas saat pergerakan jemaah di Armuzna akan diperbaiki sehingga bisa lebih intens memberikan pelayanan kepada jemaah. Kemudian, kebijakan istitha'ah kesehatan tak dipungkiri menjadi catatan penting karena tingkat kematian jemaah, khususnya dari Jawa Timur masih tinggi meski sudah turun dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga :
Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Tips Hindari Badal Haji FiktifDahnil menyampaikan jumlah jemaah haji asal Jawa Timur yang meninggal pada 2025 mencapai 104 orang, sedangkan pada 2026 angka kematian menjadi 65 orang. Oleh karenanya, Kemenhaj akan memperketat pemberlakuan syarat kesehatan bagi setiap masyarakat yang akan melakukan ibadah pada musim haji 2027.
"Tahun depan kami lebih selektif, misalnya yang memiliki indikasi demensia dipotong supaya tidak berangkat, yang (penyakit) ginjal, tuberkulosis (TBC), dan sebagainya kami pastikan tidak bisa berangkat," ujarnya.
Selain itu, kementerian terkait sedang menyusun biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk 2027. Pemerintah berupaya agar tidak ada kenaikan signifikan imbas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Tentu kami berusaha mencari postur pembiayaan yang berkeadilan untuk jemaah dan berkeadilan untuk keuangan haji," tutur dia.
Ibadah haji/Metro TV/Misbahol
Kunjungannya Wamenhaj Dahnil ke Kota Malang dalam rangka memberikan dukungan kepada Muhaimin, seorang petugas haji yang istrinya baru saja meninggal dunia. Pada kesempatan itu, Dahnil turut menyampaikan kedatangan bersama Kemenhaj ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga almarhumah.
Dahnil menambahkan sesungguhnya petugas haji telah menjadi bagian dari keluarga besar Kemenhaj. Muhaimin saat ini masih menjalankan tugas sebagai petugas haji di Arab Saudi.
"Beliau Cak Imin (sapaan Muhaimin) menunaikan tanggung jawab sampai selesai di Tanah Haram," kata dia.




