DPC PPP Jakarta Selatan Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen dan KTA ke Polda Metro Jaya.

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Polemik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jakarta Selatan memanas. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jakarta Selatan resmi membawa persoalan internal partai ke ranah pidana dengan melaporkan dugaan pemalsuan dokumen dan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut dilayangkan setelah pengurus DPC menemukan adanya dugaan penerbitan dokumen partai yang dinilai tidak melalui mekanisme resmi organisasi. Tak hanya itu, sebuah KTA PPP juga disebut terbit tanpa rekomendasi dari tingkat DPC.

Baca Juga :
Ketua LBH Merauke dan Dandhy Laksono Terseret Laporan Mama Sinta, Sejumlah Pihak Terkait Film Pesta Babi Diperiksa
Kader PPP Akan Polisikan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni

Kasus ini kini telah tercatat dalam laporan polisi bernomor LP/B/4244/VI/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 12 Juni 2026.

Kuasa hukum Ketua DPC PPP Jakarta Selatan, Dal Lyckhen mengatakan terdapat dua laporan yang diajukan secara terpisah. Masing-masing berkaitan dengan dugaan pemalsuan KTA dan dugaan pemalsuan dokumen partai.

"Hari ini ada dua pelapor. Yang satu melaporkan terkait dengan dugaan pemalsuan KTA, yang satu melaporkan terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen,” kata Dal Lyckhen di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 13 Juni 2026.

Dia menjelaskan, pihak yang dilaporkan berinisial AS dan TY. Salah satu di antaranya diketahui merupakan pengurus partai. Menurutnya, laporan dibuat setelah ditemukan dugaan penerbitan dokumen yang tidak sesuai prosedur organisasi.

“Terlapornya yang pertama inisialnya AS, yang kedua inisialnya TY. Yang satu pengurus partai, yang satu bukan,” katanya.

Ketua DPC PPP Jakarta Selatan, M. Natsir mengungkapkan, persoalan bermula ketika pihaknya menemukan kejanggalan terkait status keanggotaan salah satu pihak yang memiliki KTA PPP.

DPC, kata dia, tidak pernah menerima usulan maupun memberikan rekomendasi terkait penerbitan kartu anggota tersebut. Temuan itu kemudian mendorong pengurus melakukan penelusuran ke tingkat yang lebih tinggi.

“Terkait dengan KTA, kami dari DPC Jakarta Selatan belum pernah merasa ada laporan-laporan atau merekomendasikan untuk KTA tersebut. Sehingga perlu kami telusuri dari tingkat ke DPW sampai ke DPP,” ujar Natsir.

Hasil penelusuran internal itulah yang kemudian memunculkan dugaan adanya pemalsuan dokumen. DPC menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan ketidakpastian di lingkungan partai.

Baca Juga :
Laporan Keuangan Danantara Bikin Penasaran, Dony Oskaria Sebut Bakal Dirilis Setelah Hal Ini Tuntas
Awkarin Mangkir Tanpa Kabar Terkait Kasus Umrah Hanania Group, Dara Arafah Cs Minta Dijadwal Ulang
Kasus Umrah Hanania Group Bikin Dirinya Kaget dan Sedih, Keanu AGL: Saya Berdoa Jemaah Bisa Dapat Haknya Lagi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BTN Jakim 2026, Cek Rekayasa Lalu Lintas Sudirman-Thamrin
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Batas Aman Makan Mi Instan Menurut Dokter, Waspada Risikonya!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kehandalan Pasokan Listrik Dipertanyakan
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Timnas Indonesia Naik ke Ranking 118 FIFA, Ini Pesan Erick Thohir
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Gelora Mahasiswa di Bundaran HI, "Ini Bukan yang Terakhir"
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.