Grid.ID - Inilah enam perubahan regulasi baru di Piala Dunia 2026. Apa saja?
FIFA World Cup 2026 akan membawa enam perubahan regulasi baru yang diperkirakan dapat memengaruhi jalannya pertandingan, mulai dari pembatasan durasi pergantian pemain hingga pemberian sanksi tegas bagi pemain yang menutup mulut saat beradu argumen dengan lawan.
Turnamen yang akan berlangsung di United States, Mexico, dan Canada tersebut bakal menerapkan sejumlah aturan anyar yang dirancang oleh International Football Association Board untuk meningkatkan tempo permainan sekaligus menekan praktik mengulur waktu.
Salah satu aturan yang paling menjadi sorotan adalah kewajiban pemain yang ditarik keluar untuk meninggalkan lapangan maksimal dalam 10 detik. Jika melewati batas waktu itu, pemain pengganti baru diperbolehkan masuk setelah menunggu selama satu menit.
Di sisi lain, jumlah peserta Piala Dunia 2026 juga bertambah menjadi 48 negara. Penambahan kontestan ini diyakini akan membuat kompetisi empat tahunan tersebut semakin menarik.
Dalam wawancara bersama Tribunnews, Putri Indah Nazareta, dosen S1 PJKR FKOR Universitas Sebelas Maret sekaligus Kabid Binpres Esports Indonesia Surakarta, menilai format baru Piala Dunia 2026 akan menghadirkan persaingan yang lebih seru.
"Jadi menurut saya, Piala Dunia 2026 menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru, tetapi kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan tim beradaptasi dengan tekanan turnamen," kata Putri Indah Nazareta.
Selain itu, wasit juga akan memberlakukan hitungan mundur selama lima detik yang ditampilkan secara jelas saat proses lemparan ke dalam maupun tendangan gawang.
Jika lemparan ke dalam tidak dieksekusi sebelum hitungan selesai, hak penguasaan bola akan berpindah kepada tim lawan. Sementara itu, keterlambatan dalam melakukan tendangan gawang akan berakibat tim lawan memperoleh hadiah tendangan sudut.
Perubahan lainnya berkaitan dengan pemain yang menjalani perawatan medis di dalam lapangan. Dalam situasi normal, pemain tersebut diwajibkan berada di luar lapangan selama 60 detik sebelum boleh kembali bermain, meski ada beberapa pengecualian untuk kondisi tertentu.
Dari sisi teknologi, sistem Video Assistant Referee atau VAR kini diberikan kewenangan yang lebih besar. VAR dapat membatalkan kartu kuning kedua yang diberikan secara keliru serta memperbaiki keputusan tendangan sudut yang salah.
Selain itu, VAR juga berhak melakukan intervensi jika ditemukan pelanggaran sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati. Aturan baru lain yang diperkirakan memicu perdebatan adalah pemberian sanksi terhadap pemain yang menutupi mulut saat terlibat adu argumen dengan lawan.
Dalam kondisi tertentu, tindakan tersebut bahkan bisa berujung pada kartu merah. Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menyatakan bahwa perubahan regulasi ini bertujuan menjaga integritas pertandingan sekaligus meningkatkan transparansi di lapangan.
"Kami berusaha membersihkan permainan sebisa mungkin," kata Collina, dikutip dari Sportbible.
Menurutnya, menutupi mulut saat berdebat atau berkonfrontasi dengan lawan dapat menimbulkan kecurigaan bahwa pemain sedang menyampaikan sesuatu yang tidak pantas.
"Jika itu percakapan yang ramah, mereka dapat terus melakukannya tanpa masalah. Namun jika percakapan berubah menjadi konfrontatif, itu cerita yang sama sekali berbeda. Menutup mulut berarti Anda melakukan sesuatu yang berpotensi sangat salah," ujar Collina.
Aturan tersebut muncul beberapa bulan setelah pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dijatuhi hukuman larangan bermain enam pertandingan oleh UEFA akibat tindakan yang dianggap bersifat homofobik terhadap Vinicius Junior dalam laga Liga Champions.
Enam aturan baru di Piala Dunia 2026:
1. Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam 10 detik, atau pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum masuk.
2. Wasit menerapkan hitungan mundur lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
3. Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan harus menunggu 60 detik di luar lapangan sebelum kembali bermain.
4. VAR dapat membatalkan kartu kuning kedua dan keputusan tendangan sudut yang diberikan secara keliru.
5. VAR dapat mengintervensi pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan kembali dalam situasi bola mati.
6. Pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi hingga kartu merah.
Dengan dimulainya Piala Dunia 2026 yang mempertandingkan Meksiko vs Afrika Selatan di Grup A, aturan-aturan tersebut tentu sudah diterapkan. Adapun hasil laga tersebut, Meksiko berhasil menang 2-0 berkat gol Raul Jimenez dan Julian Quinones. (*)
Artikel Asli




