Iran menegaskan tidak akan memulai negosiasi untuk menyelesaikan persoalan program nuklirnya sebelum Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran. Sikap tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita Iran, Mehr, di tengah upaya kedua negara menyusun kerangka perdamaian pascakonflik.
Menurut laporan tersebut, negosiasi akhir mengenai program nuklir Iran baru akan dimulai setelah sebagian tuntutan utama Teheran dipenuhi Washington. Salah satu syarat yang diajukan adalah pelepasan setengah dari dana Iran yang diblokir Amerika Serikat, yang nilainya mencapai 24 miliar dolar AS atau sekitar Rp427 triliun.
Selain itu, Iran juga meminta penangguhan sanksi terhadap sektor minyaknya serta pencabutan blokade maritim yang selama ini diberlakukan. Teheran menilai langkah-langkah tersebut harus dilakukan sebelum pembahasan mengenai isu nuklir dapat dimulai.
Laporan Mehr menyebutkan bahwa negosiasi terkait program nuklir baru akan berlangsung setelah kedua negara menyepakati nota kesepahaman mengenai penyelesaian konflik. Kesepakatan akhir nantinya akan membahas berbagai isu strategis, termasuk nasib bahan nuklir yang telah diperkaya Iran, aktivitas pengayaan uranium, serta mekanisme pencabutan sanksi.
Setelah draf nota kesepahaman diselesaikan, Amerika Serikat disebut akan diminta memenuhi sejumlah komitmen tambahan dalam waktu 30 hari. Komitmen tersebut mencakup pencabutan penuh blokade maritim, pelepasan dana Iran yang diblokir, penghentian sanksi terhadap ekspor minyak Iran, serta penyusunan rencana rekonstruksi bagi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp5,33 kuadriliun.
Tidak hanya itu, sebagai bagian dari kesepakatan akhir yang terpisah dari nota kesepahaman, Iran juga menuntut pencabutan seluruh sanksi langsung Amerika Serikat terhadap Teheran. Iran turut meminta penghapusan sanksi sekunder yang selama ini berdampak terhadap hubungan dan kerja sama ekonomi negara tersebut dengan pihak lain.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 2% Usai Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung setelah konflik yang memanas sejak akhir Februari. Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Kedua negara kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 8 April dan kesepakatan tersebut hingga kini masih berlaku. Di tengah proses negosiasi yang terus berjalan untuk menyusun memorandum kesepahaman, kedua pihak masih dilaporkan sesekali melakukan serangan terisolasi satu sama lain.





