Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyebut pihaknya telah rapat dengan PT Transjakarta membahas rencana kenaikan tarif TransJabodetabek. Dia meminta penyesuaian tarif Transjakarta, termasuk Transjabodetabek jangan terlalu jomplang.
"Kemarin kebetulan kita panggil TransJakarta untuk rapat kerja bersama terkait dengan statemen dari Pemprov ada kenaikan tarif Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu, tentunya saya menanyakan secara langsung seperti apa ini," kata Nova Paloh kepada wartawan, Sabtu (12/6/2026).
Dia menyebut kondisi fiskal Pemprov DKI Jakarta tengah mengalami goncangan imbas kondisi global yang terjadi saat ini. Kemudian, dia mengungkap beban anggaran yang harus dikeluarkan Pemprov DKI untuk mensubsidi layanan PT Transjakarta.
"Transjakarta itu kurang lebih 1,4 juta penumpang per hari, 400 jutaan (penumpang) per tahun, itu harus kita subsidi kurang lebih Rp 9 ribuan per penumpang, dan Jaklinko itu gratis. Artinya memang kondisi fiskal ini lagi tidak bagus, memang ada wacana dari Pemprov untuk menaikkan (tarif)," ucapnya.
Nova Paloh mendorong agar PT Transjakarta berdiskusi dengan para pengguna layanan Transjabodetabek sebelum menetapkan penyesuaian tarif baru. Dia minta kenaikan tarif Transjabodetabek bisa tetap terjangkau oleh masyarakat.
(fas/idn)





