Jakarta: Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan investor global, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.000.
“Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony dalam keterangan resminya dikutip dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
IHSG berhasil mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan hari Jumat dengan melesat kembali menembus level psikologis 6.000. Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan dengan nilai tukar rupiah yang kembali menguat ke level Rp17.900-an.
Baca Juga :
IHSG Menguat 7,38% Pekan Ini, Kembali ke Level 6.007(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Kinerja positif saham-saham BUMN Dony menyoroti kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan yang melesat hingga di kisaran 7 persen, sektor perbankan pelat merah (Himbara), dan Telkom, yang turut menopang kebangkitan IHSG.
Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing.
?"Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar," ujar Dony.
?Dony menegaskan, dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG adalah refleksi nyata dari kualitas fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi berkelanjutan. Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat optimisme, karena stabilitas ini akan berdampak langsung pada ekonomi riil.
?”Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," kata Dony.
?Kebangkitan IHSG dan rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, sebuah keputusan krusial yang langsung memulihkan kepercayaan pasar.
?Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal performa seluruh portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global, serta secara konsisten hadir memberikan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
"Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi,” ucap Dony.




