AS Nyaris Serbu Iran Demi Uranium, Ditunda Trump karena Khawatir Perang Besar

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan sempat menyiapkan operasi darat untuk merebut stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran secara paksa. Namun rencana ini ditunda oleh Presiden AS Donald Trump, karena kekhawatiran eskalasi perang dan dampak ekonomi global.

Laporan eksklusif CNN yang dikutip sejumlah media internasional menyebut Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine melakukan perjalanan rahasia dan mendadak ke markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Florida pada 19 Mei. Dalam kunjungan itu, ia menerima pengarahan langsung mengenai opsi operasi militer darat untuk menyita uranium Iran yang telah diperkaya tinggi.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, operasi itu dipandang sangat berisiko, karena berpotensi memicu serangan balasan besar dari Teheran, memperpanjang konflik di Timur Tengah, serta mengguncang perekonomian dunia, terutama pasar energi global. Trump juga disebut khawatir terhadap potensi korban besar di pihak militer AS

Media Turki, Anadolu Agency melaporkan bahwa diskusi tingkat tinggi itu menunjukkan pemerintahan Trump sebenarnya sudah sangat dekat untuk menyetujui operasi darat berisiko tinggi tersebut, sebelum akhirnya dibekukan.

Disebutkan bahwa Caine bahkan mempersingkat agenda pertemuan pejabat senior NATO di Brussels demi kembali ke AS untuk membahas rencana operasi itu secara langsung.

Di tengah ketegangan tersebut, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran justru menunjukkan perkembangan signifikan.

Pada Kamis (11/6), Presiden AS Donald Trump mengatakan poin-poin akhir kesepakatan damai antara AS dan Iran telah disepakati oleh seluruh pihak terkait, termasuk Israel. Trump menyebut kesepakatan itu dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan dan kemungkinan ditandatangani akhir pekan ini di Eropa.

Reuters melaporkan rancangan nota kesepahaman antara kedua negara disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pengurangan sanksi secara bertahap terhadap Iran, serta pembahasan lanjutan terkait program nuklir Teheran. Namun masih ada perbedaan soal nasib stok uranium Iran, dengan AS mendorong penghancuran atau pemindahan uranium tersebut, sementara Iran disebut lebih memilih pengenceran uranium di dalam negeri.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, kemudian mengonfirmasi bahwa poin-poin utama nota kesepahaman memang telah disepakati. Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan hubungan Teheran dan Washington “belum pernah sedekat ini” menuju tercapainya kesepakatan

Media Qatar, Al Jazeera melaporkan masih terdapat narasi yang saling bertentangan antara Washington dan Teheran mengenai isi final kesepakatan tersebut. Trump disebut membantah sejumlah detail syarat kesepakatan yang bocor ke media Iran dan menyebutnya tidak sesuai dengan dokumen tertulis yang telah dinegosiasikan.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan teks akhir kesepakatan damai telah disetujui kedua pihak. Associated Press melaporkan draft kesepakatan itu juga mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pembahasan teknis terkait material nuklir Iran dalam 60 hari setelah penandatanganan.

Meski diplomasi bergerak maju, situasi keamanan di kawasan masih rapuh. Reuters melaporkan bentrokan militer terbatas masih terjadi di sekitar Selat Hormuz, termasuk pencegatan drone Iran oleh pasukan AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: BEM UI Belum Kirim Surat Pemberitahuan Demo di Bundaran HI
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Maling di Mojokerto yang Kirim Surat Maaf Temui Korban, Cicil Duit Rp 200 Ribu
• 1 jam laludetik.com
thumb
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 5 Kali, Kolom Letusan Capai 1.000 Meter
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lapas Cibinong Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Seni Angklung dan Budaya
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Beda Sikap FIFA ke Indonesia dan Amerika Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.