Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (12/6) mengatakan nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang "belum pernah sedekat ini."
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi mendesak media untuk tidak berspekulasi sebelum MoU tersebut difinalisasi.
"Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini. Sembari menunggu finalisasinya, media sebaiknya tidak berspekulasi mengenai isinya," kata Araghchi.
Sang menlu menambahkan bahwa "semua detail akan dibagikan kepada publik pada waktunya."
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (11/6) mengatakan AS "baru saja mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri perang dengan Iran," dengan perjanjian diharapkan akan ditandatangani "dalam beberapa hari ke depan."
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Kamis yang sama mengatakan kepada stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, bahwa meskipun teks MoU sebagian besar telah difinalisasi, sikap Washington yang "kontradiktif" telah berulang kali mengganggu proses diplomatik.
Baghaei mengatakan otoritas Iran sedang meninjau teks MoU tersebut secara rinci, dan akan mengumumkan hasilnya secara resmi.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi mendesak media untuk tidak berspekulasi sebelum MoU tersebut difinalisasi.
"Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini. Sembari menunggu finalisasinya, media sebaiknya tidak berspekulasi mengenai isinya," kata Araghchi.
Sang menlu menambahkan bahwa "semua detail akan dibagikan kepada publik pada waktunya."
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (11/6) mengatakan AS "baru saja mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri perang dengan Iran," dengan perjanjian diharapkan akan ditandatangani "dalam beberapa hari ke depan."
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Kamis yang sama mengatakan kepada stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, bahwa meskipun teks MoU sebagian besar telah difinalisasi, sikap Washington yang "kontradiktif" telah berulang kali mengganggu proses diplomatik.
Baghaei mengatakan otoritas Iran sedang meninjau teks MoU tersebut secara rinci, dan akan mengumumkan hasilnya secara resmi.





