Hutama Karya Gandeng Unand Siapkan SDM Sektor Infrastruktur

republika.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT Hutama Karya (Persero) menjalin kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan riset di sektor infrastruktur. Kolaborasi tersebut mencakup program pendidikan, penelitian, inovasi, hingga pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan dan Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga
  • Pemkab Simeulue Genjot Infrastruktur Pariwisata Demi Dongkrak Kunjungan Wisatawan
  • CISEM II Resmi Beroperasi, PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional
  • MHU Bangun Infrastruktur Sosial di Kawasan Lingkar Tambang

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam program HK Mengajar 2026 yang digelar Hutama Karya di Padang. Kegiatan itu diikuti sekitar 650 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, civitas akademika, dan masyarakat umum.

Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dibutuhkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan akademisi untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang menghasilkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami percaya bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi salah satu kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Fauzan dalam siaran pers, Sabtu (13/6/2026).

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa akan mendapatkan akses lebih luas terhadap program magang, kerja praktik, praktisi mengajar, hingga pengembangan talenta yang relevan dengan kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur.

Di bidang penelitian, Hutama Karya dan Universitas Andalas akan mendorong pengembangan riset terapan yang berkaitan dengan digitalisasi konstruksi, pengembangan teknologi, inovasi material, serta berbagai kajian yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Komisaris Utama Hutama Karya Denny Abdi mengatakan, pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dalam kegiatan HK Mengajar, Denny mengajak peserta melihat pembangunan infrastruktur tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga dampaknya terhadap konektivitas, aktivitas ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Pembangunan Sumatra Barat perlu ditopang oleh infrastruktur, kolaborasi, dan sumber daya manusia yang unggul. Melalui HK Mengajar, kami ingin menunjukkan bahwa infrastruktur tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka akses, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Denny.

Selain kegiatan edukasi, Hutama Karya juga menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi mahasiswa terpilih serta dukungan sarana dan prasarana perkuliahan. Perusahaan juga menyerahkan bantuan Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada Ikatan Alumni Universitas Andalas untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra Barat.

Program HK Mengajar sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Melalui program tersebut, Hutama Karya memperkenalkan sektor konstruksi dan infrastruktur kepada generasi muda, termasuk perkembangan teknologi yang digunakan dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Korban Pelecehan Seksual di Saat Aku Bersuara, Marshanda Alami Beragam Emosi
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Juru Bicara Gerindra Respons Tuntutan Mahasiswa: MBG adalah Program Mulia, Tujuannya Baik
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Bocoran Xiaomi 18 Terbaru, Muncul di Database GSMA dan Diperkenalkan November 2026
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Dipicu Cemburu, Pria di Kalteng Gelap Mata Bakar Mantan Istri di Angkringan
• 12 jam laludetik.com
thumb
Peluang Krisis Finansial 1998 Terulang Relatif Kecil, Risiko Bergeser ke Sektor Riil
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.